Archive for Februari, 2008

Mengembangnya Alam Semesta

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

Kata “langit”, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur’an dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.



Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus “mengembang”. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur’an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur’an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta

Penciptaan Alam Semesta

Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur’an pada ayat berikut:

“Dialah pencipta langit dan bumi.” (Al Qur’an, 6:101)

Keterangan yang diberikan Al Qur’an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan “Big Bang”, membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.

Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu. Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita dalam Al Qur’an 1.400 tahun lalu.

Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992 berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan.

Relativitas Waktu

Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.Tapi ada perkecualian; Al Qur’an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang mengulas hal ini berbunyi:

“Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 22:47)

“Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.” (Al Qur’an, 32:5)

“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.” (Al Qur’an, 70:4)

Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:

“Allah bertanya: ‘Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?’ Mereka menjawab: ‘Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.’ Allah berfirman: ‘Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui’.” (Al Qur’an, 23:122-114)

Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur’an, yang mulai diturunkan pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur’an adalah Kitab Suci.

Penciptaan yang Berpasang-Pasangan

“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.” (Al Qur’an, 36:36)Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

“…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan. (http://www.2think.org/nothingness.html, Henning Genz – Nothingness: The Science of Empty Space, s. 205)

Rahasia Besi

Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur’an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti “besi”, kita diberitahu sebagai berikut:

“…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ….” (Al Qur’an, 57:25)

Kata “anzalnaa” yang berarti “kami turunkan” khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni “secara bendawi diturunkan dari langit”, kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.

Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.

Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut “nova” atau “supernova”. Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.

Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan “diturunkan ke bumi”, persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur’an diturunkan.

Mencari Informasi di Internet

Internet adalah media yang sangat ampuh untuk mencari berbagai informasi. Tetapi banyak yang tidak tahu caranya. Anda dapat mencobanya, seperti berikut ini.

Cara mudah yang Anda bisa lakukan:

1. Gunakan Search Engine

Syaratnya, tentunya Anda harus punya koneksi web. Search engine adalah situs web yang menawarkan semacam katalog atau direktori dimana kita bisa mudah mencarinya. Search engine yang paling terkenal adalah Google (www.google.com). Kunjungi situs ini, ada beberapa pilihan, Anda bisa mencari situs web, gambar, direktori, atau news. Ketik kata yang Anda cari se spesifik mungkin, misalnya saja “artikel pemasaran e-mail” atau “bisnis kerajinan perak” dsb. lalu tekan Search. Jika ingin mencari berita terbaru, klik saja News. Anda akan dapat ribuan link berita terbaru dari seluruh dunia. Catatan: Google adalah merek paling top tahun 2002 mengalahkan semua merek lain Google: Brand of the year. Google, the popular Internet search site, won “brand of the year” accolades in 2002, beating out Apple, Coca-Cola, Starbucks, Nike and every other brand. The brands were rated “based on the impact they had on readers lives.” http://www.ebusinessiq.com/

Situs lain adalah www.yahoo.com dan www.altavista.com.

2. Ikuti Mailing List.

Milis adalah semacam kelompok diskusi tempat berkumpulnya orang-orang dengan minat yang sama di internet. Syaratnya Anda harus punya email. Yang paling terkenal adalah milis di Yahoogroups (http://groups.yahoo.com). Anda kunjungi, lalu cari dengan kata tertentu. Kemudian Anda menjadi anggota (join atau subscribe), lalu bisa mulai berdiskusi atau bertanya dengan mengirim email ke alamat milis itu. Untuk milis manajemen secara umum (bahasa Indonesia) yang paling top di dunia sekarang adalah http://groups.yahoo.com/group/manajemen yang dikelola oleh Lembaga Manajemen PPM. Jika Anda sudah anggota, lalu mengirim email ke manajemen@yahoogroups.com, maka semua anggota milis akan menerima email Anda. Biasanya ada yang akan merespon, karena jumlah anggota milis ini sudah lebih dari 1000 orang, dari berbagai perusahaan di seluruh Indonesia.

Menilik Masa Transisi Divisi Bisnis Microsoft

Pengumuman pensiun dan rencana transisi Presiden Divisi Bisnis Microsoft Corp berlaku efektif mulai September 2008. Sejak saat itu, Jeff Raikes, Presiden Divisi Bisnis Microsoft (MBD), akan pensiun dari perusahaan dan diikuti transisi sembilan bulan untuk meyakinkan transfer berlangsung dengan mulus.

Selain itu, perusahaan tersebut juga mengumumkan Stephen Elop, COO pendahulu di Jupiter Networks Inc. telah ditarik sebagai Presiden Divisi Bisnis Microsoft. Elop akan mulai di Microsoft akhir Januari 2008 dan menerima tanggung jawab untuk informasi pekerja, Solusi Bisnis Microsoft dan bisnis Persatuan Komunikasi di perusahaan tersebut. Sebelumnya semua tanggung jawab tersebut dipimpin oleh Raikes.

Keterangan Gambar: Bill Gates

Di samping Elop, Bob Muglia, Senior wakil Presiden Bisnis Server dan Alat-alat akan melaporkan secara langsung ke CEO Microsoft, Steve Ballmer dan melanjutkan mengurus Bisnis Server dan alat-alat. Hingga sekarang dan masa pensiunnya, Raikes akan melanjutkan untuk bekerja sebagai anggota dari tim kepemimpinan senior perusahaan untuk mengembangkan dan membimbing strategi bisnis inti Microsoft. “Sejak 1981, saya menjalani perjalanan yang luar biasa di Microsoft. Bisnis kami mengalami kesuksesan dan kepemimpinan yang mendalam. Kini tiba waktunya untuk saya meninggalkan bisnis MBD di tangan pemimpin generasi baru yang mampu,” ujar Raikes.

Ia menjelaskan, dirinya tetap berkomitmen kepada Microsoft dan akan bekerja penuh di antara waktu sekarang hingga bulan September nanti ketika ia pensiun. Sementara itu, Raikes mengharapkan dapat bekerja secara dekat dengan Stephen dan tim kepemimpinan MBD untuk memastikan transisi berjalan mulus.

Dibawah kepemimpinan Raikes, MBD telah berkembang meliputi jangkauan yang luas dari produktivitas bisnis dan menawarkan sistem Microsoft Office, Microsoft Dynamics, dan Microsoft Exchange Server. Selama periode yang sama ini, bisnis MBD meningkat dua kali ke lebih dari USD16 milyar dalam pendapatan tahunan.

Bisnis server dan alat-alat milik perusahaan di bawah Muglia juga menikmati sukses yang kuat dengan peningkatan finansial double-digit kuarter konsekutif 21 merefleksikan kesuksesan yang kuat membuat divisi server software dan alat-alat menawarkan pasar yang sangat kompetitif. “Tidak ada yang terlalu menekankan dampak yang dahsyat. Jeff telah melakukannya sepanjang karirnya di Microsoft. Memimpin divisi bisnis kami, Jeff dan timnya telah mengantarkan hasil yang bagus sementara mempertajam dan memperluas portofolio produk yang berhubungan dengan bisnis dan jasa layanan untuk memastikan masa depan yang sangat sehat untuk pelanggan kami, partner dan Microsoft,” ujar Steve Ballmer.

Menurut Ballmer, dirinya percaya tim yang kuat dan bertalenta dapat mengisi tempat Jeff untuk melanjutkan fokus dalam memenuhi kebutuhan pelanggan bisnis di seluruh dunia. Penambahan Stephen dan pengalamannya yang kaya di industri teknologi menurut Ballmer merupakan contoh yang hebat tentang bagaimana mereka melanjutkan bisnis untuk menambah talenta baru yang membantu pertumbuhan portofolio bisnis.

Sebelum Juniper, Elop, 44, bertugas sebagai presiden operasi seluruh dunia di Adobe System Inc. Ia akan bertanggung jawab untuk organisasi penjualan Adobe secara global da fungsi-fungsi yang berhadapan dengan seluruh pelanggan. Elop bergabung dengan Adobe mengikuti akuisisi Macromedia Inc. tahun 2005, di mana ia menjadi presiden dan CEO. Selama masa jabatan 7 tahunnya di Macromedia, Elop memegang beberapa posisi senior, termasuk COO, wakil presiden eksekutif bidang operasi seluruh dunia dan general manager dari divisi eBusiness perusahaan.

Pada awal karirnya, Elop juga bertugas dalam beberapa posisi eksekutif, termasuk Chief Information Officer. Elop meraih gelar sarjana di ilmu komputer dan Manajemen dari Universitas McMaster di Hamilton, Ontario

Oleh : Redaksi SDA Asia Magazine

Akses GUI Linux dari MS Windows

Buat anda yang masih “mendua” antara M$ Windows dan Linux, mungkin pernah bertanya-tanya: Bisakah X-Windows mesin linux saya di-remote dari mesin windows. jawabnya Bisa, salah satunya dengan XDMCP (X Display Manager Control Protocol).

Artikel ini di dasari oleh artikel Ardhian. Setelah saya mencoba sendiri dan ada sedikit perbedaan. Saya menggunakan CentOS linux v4.3 (with GNOME) dan Windows XP dengan tools XManager. Teknik yang akan saya uraikan ini harusnya cocok untuk Linux dari keluarga Redhat/ Fedora.

Demi berhasilnya teknik ini, ada baiknya anda mematika firewall/ iptables mesin linux anda pada saat configurasi dan testing. Jika sudah berhasil, aktifkan kembali firewall anda dengan menambahkan rule allow untuk port 177 (tcp/udp). Pastikan port ini tidak terexpose keluar network anda.

Step-by-step

  1. Edit file /etc/rc.d/init.d/xfs. Ubah baris
    daemon xfs –droppriv –daemon

    menjadi
    daemon xfs –droppriv –daemon –port 7100
    .
  2. Edit file /etc/X11/xdm/Xaccess . Buang karakter “#” diawal baris
    #* #any host can get a login window
    menjadi
    * #any host can get a login window
    .
  3. Edit file /etc/X11/xdm/xdm-config dan edit baris
    DisplayManager.requestPort: 0
    menjadi
    DisplayManager.requestPort: 1.
  4. edit file /etc/X11/gdm/gdm.conf
    cari section [xdmcp], edit baris Enable=false menjadi Enable=true
    selain itu uncomment (buang karakter “#”) baris-baris berikut (hanya yang ada di dalam section[xdmcp] ) :
    HonorIndirect=true
    MaxPending=4
    MaxPendingIndirect=4
    MaxSessions=16
    MaxWait=15
    MaxWaitIndirect=15
    DisplaysPerHost=2
    PingIntervalSeconds=15
    Port=177
    Willing=/etc/X11/gdm/Xwilling
  5. Restart XWindows anda (ketik perintah: service xfs restart atau reboot sekalian)
  6. Linux anda sudah siap. Dengan menggunakan XManager, harusnya ada sudah bisa mengakses Linux anda (ga usah di ajarin yah? :) .

Berikut adalah tamplian screenshoot xmanager di komputer saya.

XWindows