Artikel Motivasi

Pemenang atau pecundangkah kita?

01. Ketika pemenang melakukan kesalahan dia berkata “saya salah!”
-     Ketika pecundang melakukan kesalahan dia berkata, “ini bukan salah saya!”

02. Pemenang berkata, “saya sudah baik, tapi saya bisa lebih baik lagi!”
-     Pecundang berkata, “saya tidak sejelek orang lain!”

03. Pemenang mencoba belajar dari setiap orang yang lebih baik dari pada dia.
-     Pecundang selalu mencoba menjatuhkan orang lain.
More >

Big Girl Don’t Cry

Young and pretty lady wishes to marry a rich guy

Seorang wanita memposting sebuah pertanyaan melalui sebuah forum terkenal dengan bertanya:

“Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?”

Saya akan jujur dengan apa yang aku katakan. Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik, bergaya dan memiliki selera yang tinggi. Saya berharap menikah dengan pria kaya dengan penghasilan pertahun $500 ribu (+/-Rp.5,5M) atau lebih.

Anda mungkin akan berkata kalau saya termasuk perempuan materialistis, tapi kelompok berpenghasilan sampai dengan $ 1 juta pun masih termasuk kelas menengah di New York . Permintaan saya tidak setinggi itu. Adakah pria di forum ini yang berpenghasilan $ 500 ribu per tahun? Apakah Anda semua telah menikah? Saya ingin bertanya apa yang harus aku lakukan untuk dapat menikah dengan orang2 seperti Anda?

Di antara pria yang telah berpacaran denganku, yang terkaya hanya berpenghasilan $ 250 ribu dan kelihatannya ini batas tertinggi yang pernah saya capai. Jika seseorang ingin pindah ke perumahan mewah di wilayah barat New York City Garden , penghasilan $250 ribu tentu tidak cukup.

Beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
kebanyakan para pria kaya bertemu & berkumpul? Mohon nama dan alamat bar, restaurant dan gym yang sering dikunjungi.
Rentang usia berapakah yang dapat memenuhi kriteria saya?
Kenapa wajah istri-istri orang kaya hanya terkesan biasa-biasa saja? Saya telah bertemu dengan beberapa gadis yang tidak cantik dan kurang menarik, tapi mereka bisa menikah dengan pria kaya.
Apa pertimbangan Anda dalam menentukan istri dan siapakah yang bisa menjadi pacar Anda?

Terus terang, tujuan saya sekarang adalah untuk menikah.

Terimakasih,
Gadis Jelita

Dan inilah jawaban dari seorang ahli keuangan dari Wall Street Financial

Dear Gadis Jelita,
Saya membaca email anda dengan sangat antusias. Saya yakin sebenarnya banyak gadis2 yang memiliki pertanyaan senada dengan Anda. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional . Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu yang tentu memenuhi kriteria Anda. Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya cukup kredibel dan tidak membuang waktu.

Dari sudut pandang seorang pebisnis, menikah dengan Anda adalah keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan. Kesampingkan dulu detil-detil yang Anda tanyakan. Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan adalah pertukaran antara “kecantikan” dan “uang”.

Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya adil dan cukup wajar.. Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa alasan yang jelas.

Faktanya adalah penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, Anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya. Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya adalah aset yang ter-apresiasi sedangkan Anda adalah aset yang ter-depresiasi.

Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial. Jika hanya ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian.

Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan memiliki sebuah posisi. Berpacaran dengan Anda juga memiliki “posisi perdagangan” . Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya. Bukan ide yang baik untuk mempertahankannya. Begitu juga dengan pernikahan yang Anda inginkan.

Saya sangat kejam untuk berkata seperti ini, tapi untuk membuat keputusan bijak, aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewakan.

Pria dengan penghasilan $ 500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami hanya akan berpacaran dengan Anda, tapi tidak akan menikahi Anda.

Saran saya lupakan mencari petunjuk bagaimana cara menikahi pria kaya. Usahakan agar Anda dapat membuat diri Anda kaya dengan berpenghasilan $ 500 ribu, lebih berpeluang ketimbang mencari pria kaya yang bodoh.

Semoga jawaban saya dapat membantu

Tertanda,
JP Morgan

Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya

Assalamu’alaikum,

kisah menarik, semoga bermanfaat…

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.”

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain. Sekarang perhatikan hal ini: hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya. Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.

Catatan: Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati anda. Apakah anda merasa bahagia dan damai? Apakah anda mencintai dan dicintai oleh keluarga, saudara dan teman-teman anda? Apakah anda tidak berpikir buruk tentang orang lain dan tidak gampang marah? Apakah anda sabar, murah hati, bersukacita karena kebenaran, sopan dan tidak egois?

Hanya hati anda dan Tuhan yang tahu. Namun bila anda ingin menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih mengendalikan anda ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi anda!

AYO SELAMATKAN BANGSA KITA !!!, MULAILAH DARI DIRI ANDA.

AYO SELAMATKAN BANGSA KITA !!!, MULAILAH DARI DIRI ANDA.
************ ********* ********* ********* ********* ********

TERUSKAN EMAIL INI KE TEMAN-TEMAN ANDA SEBANYAK-BANYAKNYA

Ada langkah lain yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan
bangsa kita :

1. Yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda.
Jangan ambil uang anda dari bank. Jika anda ikut ikutan mencairkan
dana anda maka akan terjadi bank rush, dan krisis keuangan akan
semakin parah.

2. Yang memiliki saham dan turunannya, jangan menjual saham
dan derivasinya. Jika anda ikut ikutan menjual saham dan turunannya,
maka harga saham akan semakin ambruk, dan krisis akan sungguh terjadi
semakin parah

3. Jangan ikut ikutan memborong dolar. Jika anda ikut ikutan
memborong dolar, maka harga dolar akan semakin tinggi dan rupiah
semakin terpuruk. Harga barang impor akan semakin mahal, dan
inflasi dalam negeri akan semakin menggila.

4. Jangan panik. Jika anda tidak panik, maka krisis akan cepat
berlalu. Perekonomian akan cepat pulih. Harga saham akan cepat
rebound. Dolar akan cepat menyesuaikan diri pada kurs yang rasional.

Cadangan devisa kita cukup kuat. Jika anda panik dan ikut ikutan
menarik deposito, menjual saham dan memborong dolar, maka anda ikut
memberikan kontribusi pada semakin dalamnya krisis di Indonesia .
Tetapi tentu ini merupakan pilihan bebas. Tidak ada yang dapat
melarang anda. Hati nurani yang bicara. Pilihan yang sulit bagi
yang berduit tetapi silahkan memilih.

Krisis keuangan global kian menebar ancaman menjadi krisis ekonomi
global yang tidak main-main, bursa saham guncang dan nilai tukar
Rupiah semakin melemah, ini semua menjadi indicator bahwa akan ada
bencana baru yang siap menerkam.

Para kaum Kapitalis yang ingin meraup keuntungan dengan cara cepat
dan menjadi SERAKAH akhirnya menjadi sumber dari segala krisis yang
kita belum tau kapan akan berakhir.

Pertanyaannya adalah apa yang bisa kita lakukan untuk ikut membantu
agar krisis ini tidak menghancurkan sendi-sendi perekonomian Bangsa
ini?

Tentu kita tidak ingin ini menjadi periode 10 Tahunan (1998-2008),
mimpi kelam krisis ekonomi 10 tahun lewat tentu tidak ingin kita
munculkan kembali, tapi jika Anda tidak peduli maka bisa saja hal
ini akan terjadi!!!!

Dan jika itu terjadi maka Bangsa ini akan semakin terpuruk, akan
muncul PHK besar-besaran, sector riil yang tidak bergerak, system
perbankan yang sudah tidak dipercaya lagi dan akhirnya
kita kembali ke NOL lagi.

Jika Anda masih mencintai Bangsa ini maka ada banyak hal yang bisa
Anda lakukan, paling tidak MULAILAH DARI DIRI ANDA SENDIRI..!! ,
contoh kecil sbb : Jika Anda seorang awam sebagaimana saya, maka
yang bisa kita lakukan adalah :

Gunakanlah PRODUKSI DALAM NEGERI dalam semua aktivitas hidupmu,dengan
langkah ini akan menyelamtkan Sektor Riil, usaha-usaha kecil akan
berkembang, dan akhirnya kita bisa berdiri tegak dan mengatakan

KITA BISA HIDUP DARI NEGERI KITA SENDIRI.

Langkah kecil lain jangan sok mengkonsumsi produk makanan luar
negeri, jika anda senang makan Durian tidak perlu durian Bangkok
Thailand cukup durian local toh tidak kalah rasanya, jika senang
makan Jagung? Tidak perlulah Jagung Thailand cukup jagung local,
tidak perlu makan-makan di outlet2 dengan brand luar negeri, toh ayam
kampung kita tidak kalah nikmatnya, hal kecil ini kadang tidak kita
sadari tapi ketahuilah EFEK nya sangat luarbiasa, anda bisa bayangkan
jika semua anak bangsa ini berfikiran sama, jika anda konversikan
dengan modal yang beputar maka Anda akan kaget dan heran akan IMPACT
yang sangat luar biasa, yakin dan percayalah dengan cara kecil ini
Krisis ini tidak akan terjadi DISINI di BUMI INDONESIA.

Gunakan angkutan Massal jika itu anda bisa lakukan, itu akan membantu
untuk mengurangi konsumsi energi yang luar biasa yang sebetulnya
tidak perlu, disamping mengurangi polusi, jangan lupa disamping
krisis keuangan yang berpotensi menjadi krisis Ekonomi kita juga
dihadapkan dengan krisis Energy..!! kenyamanan mungkin belum kita
pikirkan sekarang, percayalah bahwa aroma sesaknya penumpang di
Angkot dan bus-bus itu masih menimbulkan secercah harapan bahwa
sector riil kita masih bergerak.

Berbelanjalah di pasar-pasar tradisional, berdayakan warung-warung
kaki lima , percaya atau tidak Ekonomi Kerakyatan terbukti mampu
menyelamatkan perekonomian kita.

Jika Anda seorang pelaku bisnis maka tolong jangan hanya memikirkan
untuk meraup keuntungan pribadi semata-mata hanya dengan memikirkan
Import barang-barang murah yang hanya akan menghancurkan produk dalam
negeri, jangan lari dari tanggung jawab dengan membawa lari modal ke
luar negeri, ingat menjaga, mengusahakan agar Capital Inflow akan
lebih bijkasana dan akan sangat membantu Negeri ini, jangan biarkan
capital outflow terjadi itu sama dengan menghancurkan perekonomian
Rakyat LET’ S SAVE OUR NATION, START FROM YOUR SELF!!!!

Lakukan hal sederhana ini maka Anda akan lihat akibat penyelamatan
yang luar biasa.

Dengan meneruskan pesan ini ke relasi dan sahabat Anda, berarti Anda
sudah ikut mengingatkan Saudara Sebangsa Kita untuk Ikut PEDULI
menyelamatkan Bangsa ini.

TERUSKAN EMAIL INI KE TEMAN-TEMAN ANDA SEBANYAK-BANYAKNYA

Market Driven vs Market Driving

Oleh: Achsan Permas
Perubahan lingkungan yang serba cepat telah menyebabkan persaingan di bidang pemasaran menjadi amat ketat. Berbagai keunggulan diciptakan perusahaan-perusahaan dengan perbedaan yang semakin tipis, mudah ditiru dan akhirnya usang. Prinsip market driven yang pada dasarnya mencoba memahami kebutuhan pasar dan memenuhinya secara baik dianggap kurang mampu bertahan lama.

Untuk memenangkan persaingan saat ini tidaklah cukup dengan merespon kebutuhan dan keinginan pasar semata. Sudah banyak peneliti dan penulis, seperti Kumar, Scheer, Kotler, Jaworski, Kohli, dan Shay menyampaikan prinsip bahwa untuk memenangkan persaingan perusahaan harus aktif mempengaruhi pasar, bukan hanya merespon pasar. Perusahaan tidak cuma perlu dekat dengan pelanggan dan lingkungannya, tetapi juga perlu menemukan jasa atau produk yang lebih baik dan lebih ekonomis di atas harapan pelanggan dan pesaing.

Indosat Mega Media (IM2) dengan visinya menjadi pemimpin pasar internet dan multimedia telah menerapkan prinsip market driving. Inovasi jasa yang disebut feature enrichment IM2 dilengkapi multiple access, instant activation, smart billing, free modem, free download dari situs IM2 maupun kelengkapan interactive map merupakan langkah inovasi penting sebagai salah satu prinsip penerapan market driving.

Prinsip yang sama juga diterapkan Sampoerna dengan memperkenalkan rokok berkadar nikotin dan tar rendah. Bahkan, Sampoerna telah menciptakan “A Mild World” di Indonesia melalui inovasi produknya. Banyak yang berpendapat, prinsip perubahan akan sangat sulit dilakukan oleh perusahaan yang sudah besar, termasuk perubahan dari market driven menjadi market driving.

Tetapi, apa yang dilakukan BCA, terutama untuk produk dana (funding), sungguh berbeda. Peluncuran Tahapan BCA dengan sejumlah hadiah yang fenomenal beberapa tahun lalu, dan pemasangan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dalam jumlah banyak, telah mampu melayani 8 juta nasabahnya dengan transaksi mencapai lebih dari Rp 2 triliun per hari.

Polygon yang berpengalaman melayani pasar sepeda internasional memasuki pasar domestik dengan menciptakan sepeda yang berkualitas baik, terutama jenis MTB. Tidak hanya itu, Polygon juga menjalin aliansi strategis dengan ITB sebagai laboratorium riset dan secara rutin menyelenggarakan “Polygon Design Contest.” Hal yang mirip juga dilakukan oleh Sido Muncul dengan memperkenalkan jamu cair Tolak Angin dan minuman berenergi beragam rasa, Kuku Bima.

Kumar, Scheer dan Kotler menyebut radical business innovation merupakan kunci di dalam penerapan prinsip market driving dan meninggalkan prinsip incremental traditional innovation. Bahkan, di dalam market driving, perusahaan harus mau dan mampu melakukan kanibalisasi diri dengan melansir produk atau jasa pengganti yang jauh lebih baik. Misalnya, melampaui harapan pelanggan, mampu meninggalkan pesaing yang jauh di belakangnya, dan bukan justru melindungi atau memproteksi produk lamanya.

Prinsip inovasi tersebut perlu ditunjang oleh usaha yang kuat, konsistensi, dan berkelanjutan guna mendidik pasar. Usaha ini dapat berupa free trial layaknya yang diterapkan oleh IM2. Melalui pengalaman calon pengguna, usaha edukasi pasar akan jauh lebih efektif. Bank BCA telah dikenal lama menggunakan promosi melalui acara Gebyar BCA, Welcome to BCA, juga customer gathering secara berkelanjutan.

Sampoerna dengan sangat cerdik juga mencuri perhatian pasar melalui campaign story A Mild-nya, mulai dari “How Low Can You Go” sampai “Tanya Kenapa.” Program iklan yang berbeda dan berlanjut tampak telah berhasil mempengaruhi dan mengedukasi pasar. Lain lagi yang dilakukan Polygon, yakni lebih mengutamakan kombinasi iklan di televisi, pameran, dan menciptakan komunitas peminat sepeda. Sedangkan Sido Muncul dengan Tolak Angin-nya cenderung memilih bintang iklan dari kalangan selebriti yang dianggap spektakuler untuk mengedukasi pemakaian jamu, terutama bagi pasar kelas atas.

Namun, inovasi dan program edukasi pasar saja belum cukup untuk sampai pada business performance yang sesungguhnya, yaitu profit dan market share. Sistem bisnis yang unik dari sisi distribusi dan penjualan juga menjadi faktor penentu implementasi market driving. BCA dengan kira-kira 5.500 ATM dan 800 cabang tidak dapat dilepaskan dari keberhasilannya melayani lebih dari 1,8 juta transaksi nasabah per hari. Inovasi yang diikuti edukasi pasar dan kemudahan akses pelanggan tentu berperan besar dalam membuat BCA menjadi bank besar.

IM2 melakukannya dengan mengubah sistem penjualan dari yang menekankan direct selling dominat menjadi indirect selling dominant dengan solution selling. Polygon membuka beberapa gerai langsung untuk memudahkan edukasi pasar sekaligus mempermudah akses bagi pelanggannya. Sementara, Sido Muncul menerapkan sistem multidistribusi untuk membuka akses ke pasar. Dan, kita berharap perusahaan-perusahaan lain melakukan market driving seperti yang dilakukan IM2, Bank BCA, Sampoerna, dan Polygon agar mampu menembus pasar dengan baik.

TEORI UTILITAS DAPAT MENJELASKAN MENGAPA MANAJEMEN RISIKO ITU PENTING

Oleh: Ronny Kountur, Ph.D
(Artikel ini pernah dimuat di majalah Eksekutif, April 2007
)
Pendahuluan

Sikap orang ketika menghadapi risiko bisa berbeda-beda. Ada orang yang berusaha untuk menghindari risiko, namun ada juga yang sebaliknya sangat senang menghadapi risiko sementara yang lain lagi mungkin tidak terpengaruh dengan adanya risiko.

Pemahaman atas sikap orang terhadap risiko ini bisa membantu untuk mengerti betapa risiko itu penting untuk ditangani dengan baik.

Teori Utilitas dan Risiko

Teori tentang utility (utility theory) dapat digunakan untuk menjelaskan sikap orang tehadap risiko. Menurut teori ini, ada tiga kelompok orang:

  1. kelompok orang yang tidak menyukai risiko,
  2. kelompok orang yang tidak terpengaruh dengan adanya risiko, dan
  3. kelompok orang yang senang menghadapi risiko.

 

Ketiga kelompok orang ini dapat dijelaskan dengan melihat hubungan antara kekayaan dan manfaat (utility) seperti yang nampak pada Gambar 1.

 

 

Perhatikan garis A. Pada saat seseorang memiliki kekayaan Rp 10, kemudian kekayaannya naik Rp 5 menjadi Rp 15, dia mendapatkan utility sebanyak 2 util (sebutan untuk ukuran utility atau manfaat) yaitu dari 10 util menjadi 12 util. Jika util ini menunjukkan kenikmatan, maka dengan kekayaan naik Rp 5 dia mendapatkan kenikmatan sebanyak 2. Namun, jika dia menderita kerugian dimana kekayaannya berkurang dengan jumlah yang sama yaitu Rp 5 kenikmatan yang dia korbankan sebanyak 4 util yaitu turun dari 10 util menjadi 6 util. Dengan perubahan kekayaan yang sama, dia akan lebih menderita jika rugi dari pada jika untung. GAMBAR 1. Utility theory of risk

Lain halnya dengan garis B. Besarnya utility atau manfaat yang diperoleh dari penambahan kekayaan sama dengan besarnya utility yang dikorbankan dari pengurangan kekayaan dengan jumlah yang sama. Misalnya jika kekayaan bertambah Rp 5, utility yang dia terima adalah sebesar 3 util. Jika dia rugi Rp 5, utility yang dia korbankan juga sama dengan 3 util.

Garis C menunjukkan keadaan dimana utility yang diterima dengan adanya peningkatan kekayaan lebih besar dari utility yang dikorbankan dengan penurunan kekayaan pada jumlah yang sama. Keadaan seperti ini dikenal dengan istilah increasing marginal utility of wealth. Semakin meningkat kekayaan, semakin besar utility yang diterima. Peningkatan kekayaan akan memberikan utility yang lebih besar daripada utility yang dikorbankan jika kekayaan berkurang dengan jumlah yang sama.

Aplikasi Teori Utilitas pada Risiko

Garis A ini yang dikenal dengan istilah diminishing marginal utility of wealth, dimana semakin banyak kekayaan yang diperoleh, pertambahan manfaat (utility) dari kekayaan ini semakin kecil. Sebaliknya semakin kecil kekayaan, semakin besar manfaat atau utility yang dikorbankan. Jika diaplikasikan pada risiko, semakin rugi, semakin besar penderitaan atas kerugian tersebut dibandingkan dengan kenikmatan yang diperoleh jika menguntungkan. Ini yang menjelaskan mengapa orang tidak suka menderita kerugian. Sebab semakin rugi dia, penderitaan yang dia terima akan semakin besar.

Orang yang tergolong pada garis A ini adalah orang yang berusaha sebisa mungkin untuk menghindari risiko. Kelompok orang ini yang dikenal dengan orang-orang yang risk avert. Pada umumnya atau sebagian besar orang berada pada kelompok ini.

Garis B ini dikenal dengan istilah constant marginal utility of wealth. Orang yang tergolong pada garis B ini adalah orang yang tidak terpengaruh dengan adanya risiko. Kelompok orang ini yang dikenal dengan orang-orang yang indifferent to risk. Hanya sebagian kecil orang yang masuk pada kelompok ini.

Orang pada kelompok garis C yang kadang-kadang disebut risk taker adalah mereka yang menyenangi risiko. Mengapa? Karena kebahagiaan (jika itu yang diukur dengan utility) yang dia terima jika berhasil lebih besar dari sengsara yang dia derita jika rugi dengan jumlah yang sama. Hanya sedikit orang yang berada pada kelompok ini.

Kesimpulan

Pada umumnya manusia itu risk averter, berusaha untuk menghindari risiko oleh karena penderitaan yang dia alami lebih besar dari kesenangan yang diterima apabila terjadi kerugian. Sikap orang terhadap risiko ini yang menjelaskan mengapa risiko itu sangat penting untuk ditangani. Sedikit saja kerugian, penderitaan yang dirasakan lebih besar daripada penambahan keuntungan dengan jumlah yang sama seperti yang digambarkan oleh garis A diatas.

sumber: http://www.lppm.ac.id

Manajemen Turnaround

Kiat-kiat Bisnis Terbaik dari Pengalaman Indonesia (Case Studi Asia)

Buku ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama membngan mengenai “Krisis dan Turnaround”, Bagian kedua berisi “Kiat-kiat Menanggulangi Krisis”, bagian tiga tentang “Kiat-kiat menangkal krisis, dan bagian empat berisi profil-rofil perusahaan studi kasus. Pada presentasi ini hanya dibahas beberapa perusahaan pada bagian 2 .

Garudafood

Adanya kenaikan bahan baku, seperti kacang tanah yang berlipat ganda, maka garudafood memperkenalkan berbagai makanan kudapan dalam ukuran kemasan yang lebih kecil. Isi dari produk dengan kemasan yang lebih kecil ini berkurang 50% demikian juga bahan kemasannya. Kemasan yang lebih kecil ini ternyata lebih menguntungkan dibandingkan dengan kemasan sebelumnya, karna harga dikurangi kurang dari 50%. Oleh karena harga kemasan kecil ini lebih terjangkau, maka angka penjualan lebih meningkat hanya dua bulan setelah peluncurannya. Selama masa krisis, angka keuntungan berbagai produk untuk segmen bawah dengan harga yang murah justru melebihi produk-produk untuk segmen atas.

Blue Bird

Selama puncak berkecamuknya krisis, yakni ketika terjadi kerusuhan dijalan-jalan dan kekerasan masa diberbagai kota besar di Indonesia, Blue Bird, menyediakan layanan transportasi dan memberikan bantuan mengungsikan tenaga ahli asing, personil kedutaan serta warga asing lain yang ketakutan. Oleh karna kehandalan sistemnya, terutama jaringan komunikasinya, maka Blue Bird merupakan penyedia layanan pilihan selama masa-masa tersebut. Blue Bird dikenal sebagai pelopor dalam melakukan instalasi teknologi muktahir pada kendaraan-kendaraannya di Indonesia, termasuk agrometer, AC, dan radio GPS (Global Positioning System).

Samsung Corporation di Korea

Samsung Corporation, yang merupakan perusahaan dagang korea terbesar, menginvestasikan US$50 juta kepasar internet setelah perusahaan perantara dagang tradisionalnya dihantam oleh krisis asia pada tahun 1997. Perusahaan ini adalah unit utama perusahaan Grup Samsung yang pada masa itu memiliki hutang sebesar US$23.4 milyar. Samsung Corp., melalui prakarsa vice president dan perencana bisnis utamanya, Lim Young Hak, mendirikan B2B (Business to Business) atau perdagangan barter bisnis untuk produk baja, bahan kimia, dan produk perikanan. Saat perusahaan-perusahaan lain melakukan penghematan biaya selama masa-masa sulit, maka Samsung Electronics, perusahaan teknologi milik kelompok Samsung, dan dianggap perusahaan teknologi yang paling menguntungkan di dunia; saat didera krisis Asia serta harga chip yang jatuh, malahan justru melakukan investasi pada riset dan pengembangan, terutama untuk mengembangkan telepon genggam yang ditujukan untuk menembus pasar AS dan memperoleh devisa.

Hotline

Ketika krisis mencapai puncaknya, Hotline Advertising tidak punya bisnis apapun, tidak ada proyek periklanan baru selama 3 bulan. Selama masa itu, para karyawan minta bertemu dengan manajemen dan menawarkan agar gaji mereka dipotong 50% demi membantu perusahaan menghadapi masalah finansialnya. Namun, pihak manajemen tidak menganggap pengurangan gaji mereka sebagai penghematan biaya, tetapi menaruh biaya yang dihemat ini dalam rekening terpisah. Pemotongan gaji ini nantinya dibayarkan kembali kepada karyawan ketika bisnis telah pulih.

Siam Cement

Turnaround yang sukses yang dijalankan oleh Siam Cement juga adalah berkat transparansi dan keterbukaan dari CEO perusahaan, yaitu Chumpol NaLamlieng, kepada para bankir grup perusahaan ini mengenai situasi yang mereka alami. Ia mengisahkan kembali pengalamannya: “Kami berlutut dan memohon kepada mereka agar tidak meninggalkan kami”. Serta berjanji untuk membayar semua bunga, dia berkomitmen untuk menjual semua bisnis yang bukan inti, memastikan diperolehnya likuiditas secara intern, dan menerbitkan obligasi local untuk mengurangi hutang sebesar US$4.6 miliar. Meskipun banyak perusahaan di Thailand yang tengah terguncang berupaya tidak bertemu atau menghindari para kreditor mereka , tetapi Siam Cement dinilai sangat terpuji dalam usahanya untuk menemui para bankirnya, dan menyampaikan berbagai upaya pemulihan perusahaan.

Adapun hikmah dan kiat-kiat dalam menganggulagi krisis dari cerita diatas adalah:

1. Diversifikasi ke produk dan jasa yang terjangkau

2. Inovasi produk dan jasa untuk masa krisis

3. Peluang ekspansi usaha dimasa krisis

4. Kemitraan Manajemen dan Karyawan

5. Transparansi kepada para kreditor

TEAM ABAD 21: Kelompok Serigala

Andrew Grove dari Intel Cooperation pernah mengatakan bahwa perusahaan masa kini tidak mempunyai pilihan, selain harus beroperasi di dunia penuh perubahan, yang dibentuk oleh globalisasi dan revolusi informasi. Cuma ada dua opsi: beradaptasi atau mati.

Kita mengetahui bahwa adaptasi memerlukan fleksibilitas dan kemampuan belajar yang tinggi. Dalam The Living Company (1997) yang ditulis Arie de Geus, perusahaan-perusahaan yang berhasil untuk terus hidup selama lebih dari lima bahkan sepuluh dekade mengandalkan kelompok untuk melakukan adaptasi. Kelompok menjadi pilihan perusahaan yang ingin menjadi lebih fleksibel karena proses pengambilan keputusan didorong ke garis depan. Kemampuan belajar perusahaan pun meningkat, melalui pemberdayaan intelektual dan kreativitas karyawan. Seperti apa bentuk kelompok yang pas bagi perusahaan masa kini?

Menurut Towery, seorang ahli serigala dalam The Wisdom of Wolves (1995), kelompok serigala adalah kelompok yang mempunyai kinerja tinggi. Dan seperti perusahaan-perusahaan masa kini, ternyata kelompok serigala juga tidak dapat mengantisipasi kejadian. Namun kelompok serigala mengatasinya dengan membangun fleksibilitas dan kemampuan bereaksi dengan cepat untuk menghadapi situasi-situasi tak terduga. Oleh sebab itu, tampaknya kelompok serigala perlu dipelajari sebagai upaya membangun kelompok kerja yang pas untuk abad ini.

Sikap. Perilaku kelompok serigala didasari oleh satu pertanyaan: Apa yang terbaik bagi kelompok?. Serigala tidak akan berlari memburu mangsanya, menyalak, menggonggong, dan menggeram tanpa tujuan. Mereka memiliki perencanaan strategik yang dieksekusi melalui komunikasi terus menerus di antara anggota. Bila saaatnya tiba, masing-masing anggota tahu persis apa perannya dan mengerti persis apa yang diharapkan oleh kelompok darinya. Semua yang terbaik, untuk kelompok. Serigala tidak bergantung pada nasib baik. Kohesi, kerjasama, dan pelatihan menentukan apakah kelompok bakal hidup atau mati.

Begitu juga manusia, seharusnya. Team yang sukses mempunyai perspektif yang benar dan sikap yang pas. Selalu memvisualisasikan sukses. Selalu optimis. Motivasi terbesar tidak selalu datang dari uang yang melimpah, promosi, atau tepuk di bahu. Kerja keras dan sukses, seringkali datang dari diri sendiri

Keunikan. Jumlah anggota kelompok serigala berkisar antara lima hingga delapan ekor. Para serigala itu sangat berhati-hati untuk tidak meniru satu sama lain. Setiap anggota menduduki posisi tertentu, saling menghormati keberbedaan yang dimiliki oleh anggota lain. Pada kelompok serigala, tidak pernah satu anggota mengambil alih peran dan tanggung jawab anggota lainnya. Terlepas dari seberapa gesit atau lamban, besar atau kecil, kuat atau lemahnya dia. Bila ada yang tidak berperan sesuai dengan tuntutan, maka kelompok menjadi timpang dan akhirnya mati.

Bila dianalogikan dengan kelompok kerja manusia di perusahaan, maka setiap anggota kelompok harus menghormati keunikan anggota lainnya. Bukannya memaksa anggota yang berbeda itu menjadi sama dengan yang lain. Masing-masing anggota harus berkontribusi pada kelompok melalui bakat dan kekuatan dirinya. Dengan mengekspresikan keunikan dirinya, serta menghormati dan mendukung keunikan yang lain, maka kelompok akan menjadi kuat, tak tergoyahkan. Seperti kelompok serigala, setiap anggota harus menjadi aset bukan liability yang mesti ditanggung bersama. Setiap orang mempunyai tanggung jawab dan setiap tanggung jawab adalah vital bagi kesuksesan proyek.

Komunikasi. Modal utama di balik kesuksesan suatu team adalah anggotanya,- bukan manajer -, yang bertanggung jawab atas tugasnya, memantau kinerjanya masing-masing, dan mampu cepat mengubah cara kerjanya bila dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah atau bila ada perubahan situasi. Dalam bekerja, para anggota team aktif berkomunikasi. Ini penting, karena sukses team bergantung pada efektivitas komunikasi serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara anggota.

Untuk mengeksekusi strateginya, serigala aktif berkomunikasi. Seperti manusia, serigala pun tidak mengandalkan satu bentuk komunikasi. Mereka melolong, menggonggong, menyalak, mendengus, menggeram, menjilat, menunjukkan sikap tubuh dominan atau tunduk, menggerakkan bibir, mata, dan ekspresi wajah untuk menyampaikan pesan. Seperti manusia juga, mata digunakan untuk komunikasi yang paling sensitif. Dalam suatu perburuan, bahkan gerakan tak kentara dari otot mata serta perubahan besar pupil mata sangat menentukan koordinasi antara anggota.

Kreativitas dan Kerja Keras. Dalam kelompok serigala, hampir selalu ada serigala Omega. Biasanya serigala Omega adalah serigala jantan dan bertubuh relatif kecil dibandingkan anggota yang lain. Kelompok selalu menempatkan serigala Omega ini di urutan paling akhir dari segala-galanya, terutama dalam urutan hak untuk makan. Bila kelompok bisa bertahan hidup, serigala Omega akan cenderung menjadi sangat tahan banting. Anggota yang lain pun semakin menghargainya.

Biasanya setelah sekian lama mengikuti kelompok dengan segala ketabahan dan kerja keras, serigala Omega akan memisahkan diri dan berkelana sendirian. Beberapa waktu kemudian, bekas serigala Omega tersebut akan bergabung dengan kelompok lain, bertemu dengan pasangannya, dan membangun kelompoknya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa anggota yang terlemah pun dari kelompok harus mempersiapkan diri tidak saja untuk menyandang tanggung jawab pribadi, namun siap untuk memimpin kapan pun

Pada team manusia, sering terbukti bila manajer menghambat kreativitas karyawan, maka karyawan tersebut akan semakin tidak mampu. Menurut Henry Mintzberg, pakar manajemen strategi dalam Strategy Safary (1998), pemisahan antara kegiatan berpikir dan kegiatan pelaksanaan seperti pada praktek penyusunan strategi di perusahaan-perusahaan membuat manajer dan karyawan kehilangan kemampuan untuk menggagas dan memberikan tanggapan dengan cepat. Ketika para manajer meningkat posisinya menjadi perencana strategik, mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.

Bermain. Manusia seringkali menggunakan istilah “bekerja habis-habisan, bermain habis-habisan”. Bagi kelompok serigala, pernyataan tersebut pas sesuai dengan apa yang dilakukannya. Serigala-serigala muda adalah makhluk yang sangat gembira. Kerjanya hanya bermain dan bermain, bahkan seringkali bermainnya keterlaluan. Bermain merupakan sarana untuk mengasah keterampilan berkomunikasi, bekerjasama, dan berburu, yang diperlukan untuk mencari makan dan bertahan hidup. Serigala menjadi lebih kuat secara fisik dan mental, melalui kegiatan bermain. Namun bermain juga merupakan sarana untuk mencapai tujuan lain. Yaitu sebagai metode praktis untuk menentukan peringkat di antara anggota kelompok. Semacam kegiatan assessment pada manusia.

Kegagalan. Walau secara alami kelompok serigala adalah mesin pemburu yang sangat efektif, namun mereka juga pernah gagal. Tingkat kegagalan kelompok serigala dalam berburu mencapai 90 persen. Jadi, secara statistik hanya satu dari sepuluh kali upaya perburuan yang membuahkan hasil. Oleh sebab itu, keberhasilan adalah hal yang sangat menentukan mati hidupnya kelompok. Namun respons kelompok terhadap kegagalan-kegagalan yang terus mendera bukan berupa putus asa, kelesuan, kekalahan dan akhirnya menyerah. Serigala tidak menjadi frustasi atau jatuh ke dalam depresi seperti manusia. Mereka terus menerus berupaya, dan terus menerus menyempurnakan segala keterampilannya. Mereka percaya, sukses akhirnya akan datang juga.

Manusia sungguh perlu meniru serigala. Dalam hal stamina, ketekunan, dan motivasi diri yang tinggi. Seperti seorang bijak mengatakan:

Manusia seperti kaca jendela; kaca itu memantulkan cahaya seolah bersinar kala diterpa sinar matahario. Namun bila gelap datang, keindahan kaca hanya bisa tampak bila ada cahaya di dalamnya.

Oleh : Ningky Munir

Masukkan seekor ikan hiu ke dalam tangki anda

Baik, kisah ini ada pada industri perikanan jepang. Ikuti dan ambil hikmah dari cerita berikut ini…

Orang Jepang sejak lama selalu menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini. Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah besar lebih dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk membawa ikan hasil tangkapan itu kembali. Jika perjalanan pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan memasang freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan langsung membekukannya di laut. Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi semakin jauh dan lama. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara ikan segar dan beku dan mereka tidak menyukai ikan beku. Ikan beku harganya menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang tangki-tangki penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung menjejalkannya ke dalam tangki hingga berdempet-dempetan. Setelah selama beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak. Mereka kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. Namun, orang Jepang masih tetap dapat merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari, mereka kehilangan rasa ikan segarnya. Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar yang lincah, bukan ikan yang lemas. Bagaimanakan perusahaan perikanan Jepang mengatasi masalah ini? Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke Jepang?

Jika anda menjadi konsultan bagi industri perikanan, apakah yang anda rekomendasikan?

Begitu anda mencapai tujuan-tujuan anda, seperti mendapatkan jodoh, memulai perusahaan yang sukses, membayar hutang-hutang anda, atau apapun, anda dapat kehilangan gairah anda. Anda tidak perlu bekerja demikian keras sehingga anda bersantai. Anda mengalami masalah yang sama dengan para pemenang lotere yang menghabiskan uang mereka, pewaris kekayaan yang tidak pernah tumbuh dewasa, dan para ibu rumah tangga jemu yang kecanduan obat-obatan resep.

Seperti masalah ikan di Jepang tadi, solusi terbaiknya sederhana. Hal ini diamati oleh L. Ron Hubbard di awal 1950-an. “Orang berkembang, anehnya, hanya dalam kondisi lingkungan yang menantang” -L. Ron Hubbard.

Keuntungan dari sebuah Tantangan:

Semakin cerdas, tabah dan kompeten diri anda, semakin anda menikmati masalah yang rumit. Jika takarannya pas, dan anda terus menaklukan tantangan tersebut, anda akan bahagia. Anda akan memikirkan tantangan-tantangan tersebut dan merasa bersemangat. Anda tertarik untuk mencoba solusi-solusi baru. Anda senang. Anda hidup!

Bagaimana Ikan Jepang Tetap Segar

Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. Tetapi kini mereka memasukkan seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup. Ikan-ikan tersebut tertantang.

Saran:

Jangan menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya. Taklukanlah. Nikmati permainannya. Jika tantangan anda terlalu besar atau terlalu banyak, jangan menyerah. Kegagalan membuat anda lelah. Sebaliknya, atur kembali strategi. Temukanlah lebih banyak keteguhan, pengetahuan, dan bantuan

Jika anda telah mencapai tujuan anda, rencanakanlah tujuan yang lebih besar lagi. Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga anda terpenuhi, berpindahlah ke tujuan untuk kelompok anda, masyarakat, bahkan umat manusia. Jangan ciptakan kesuksesan dan tidur di dalamnya. Anda memiliki sumber daya, keahlian, dan kemampuan untuk membuat perubahan. Jadi, masukkanlah seekor ikan hiu di tangki anda dan lihat berapa jauh yang dapat anda capai!

Sumber : http://www.lppm.ac.id