<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Apriza.NET &#187; Artikel Motivasi</title>
	<atom:link href="http://www.apriza.net/blog/category/artikel-motivasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.apriza.net/blog</link>
	<description>Behind the code..</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 08:10:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Pemenang atau pecundangkah kita?</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2010/01/pemenang-atau-pecundangkah-kita/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2010/01/pemenang-atau-pecundangkah-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 04:00:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[01. Ketika pemenang melakukan kesalahan dia berkata &#8220;saya salah!&#8221; - Â  Â  Ketika pecundang melakukan kesalahan dia berkata, &#8220;ini bukan salah saya!&#8221; 02. Pemenang berkata, &#8220;saya sudah baik, tapi saya bisa lebih baik lagi!&#8221; - Â  Â  Pecundang berkata, &#8220;saya tidak sejelek orang lain!&#8221; 03. Pemenang mencoba belajar dari setiap orang yang lebih baik dari]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>01. Ketika pemenang melakukan kesalahan dia berkata &#8220;saya salah!&#8221;<br />
- Â  Â  Ketika pecundang melakukan kesalahan dia berkata, &#8220;ini bukan salah saya!&#8221;</p>
<p>02. Pemenang berkata, &#8220;saya sudah baik, tapi saya bisa lebih baik lagi!&#8221;<br />
- Â  Â  Pecundang berkata, &#8220;saya tidak sejelek orang lain!&#8221;</p>
<p>03. Pemenang mencoba belajar dari setiap orang yang lebih baik dari pada dia.<br />
- Â  Â  Pecundang selalu mencoba menjatuhkan orang lain.<br />
<span id="more-103"></span></p>
<p>04. Pemenang berkata, &#8220;mari saya kerjakan ini untuk anda!&#8221;<br />
- Â  Â  Pecundang berkata, &#8220;itu bukan pekerjaan saya!&#8221;</p>
<p>05. Pemenang berkata, &#8220;pasti ada cara lebih baik mengerjakannya! &#8221;<br />
- Â  Â  Pecundang berkata, &#8220;begitulah biasanya dikerjakan disini!&#8221;</p>
<p>06. Pemenang berkata, &#8220;ini sulit tapi mungkin!&#8221;<br />
- Â  Â  Pecundang berkata, &#8220;ini mungkin tapi sangat sulit untuk Â mengerjakan! &#8221;</p>
<p>07. Pemenang selalu mempunyai rencana-rencana.<br />
- Â  Â  Pecundang selalu mencari alasan.</p>
<p>08. Pemenang mempunyai komitmen-komitmen.<br />
- Â  Â  Pecundang hanya berjanji-janji saja.</p>
<p>09. Pemenang selalu menjadi bagian dari jawaban.<br />
- Â  Â  Pecundang selalu menjadi bagian dari masalah.</p>
<p>10. Pemenang tuntas memecahkan masalah.<br />
- Â  Â  Pecundang selalu tanggung-tanggung &amp; tidak pernah memecahkan masalah.</p>
<p>Termasuk yang manakah diri kita?</p>
<p style="text-align: right;">Sumber: MailingList Juale</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2010/01/pemenang-atau-pecundangkah-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Big Girl Don&#8217;t Cry</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2009/05/big-girl-dont-cry/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2009/05/big-girl-dont-cry/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 16:14:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Young and pretty lady wishes to marry a rich guy Seorang wanita memposting sebuah pertanyaan melalui sebuah forum terkenal dengan bertanya: &#8220;Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?&#8221; Saya akan jujur dengan apa yang aku katakan. Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik, bergaya dan memiliki selera yang tinggi. Saya berharap]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Young and pretty lady wishes to marry a rich guy</p>
<p>Seorang wanita memposting sebuah pertanyaan melalui sebuah forum terkenal dengan bertanya:</p>
<p>&#8220;Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?&#8221;</p>
<p>Saya akan jujur dengan apa yang aku katakan. Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik, bergaya dan memiliki selera yang tinggi. Saya berharap menikah dengan pria kaya dengan penghasilan pertahun $500 ribu (+/-Rp.5,5M) atau lebih.</p>
<p>Anda mungkin akan berkata kalau saya termasuk perempuan materialistis, tapi kelompok berpenghasilan sampai dengan $ 1 juta pun masih termasuk kelas menengah di New York . Permintaan saya tidak setinggi itu. Adakah pria di forum  ini  yang berpenghasilan   $ 500 ribu per tahun? Apakah Anda semua telah menikah? Saya ingin bertanya apa yang harus aku lakukan untuk dapat menikah dengan orang2 seperti Anda?</p>
<p>Di antara pria yang telah berpacaran denganku, yang terkaya hanya berpenghasilan $ 250 ribu dan kelihatannya ini batas tertinggi yang pernah saya capai. Jika seseorang ingin pindah ke perumahan mewah di wilayah  barat New York City Garden , penghasilan $250 ribu tentu tidak cukup.</p>
<p>Beberapa hal yang ingin saya tanyakan:<br />
kebanyakan para pria kaya bertemu &amp; berkumpul? Mohon nama dan alamat bar, restaurant dan gym yang sering dikunjungi.<br />
Rentang usia berapakah yang dapat memenuhi kriteria saya?<br />
Kenapa wajah istri-istri orang kaya hanya terkesan biasa-biasa saja? Saya telah bertemu dengan beberapa gadis yang tidak cantik dan kurang menarik, tapi mereka bisa menikah dengan pria kaya.<br />
Apa pertimbangan Anda dalam menentukan istri dan siapakah yang bisa menjadi pacar Anda?</p>
<p>Terus terang, tujuan saya sekarang adalah untuk menikah.</p>
<p>Terimakasih,<br />
Gadis Jelita</p>
<p>Dan inilah jawaban dari seorang ahli keuangan dari Wall Street Financial</p>
<p>Dear Gadis Jelita,<br />
Saya membaca email anda dengan sangat antusias. Saya yakin sebenarnya banyak gadis2 yang memiliki pertanyaan senada dengan Anda. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional . Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu yang tentu memenuhi kriteria Anda. Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya cukup kredibel dan tidak membuang waktu.</p>
<p>Dari sudut pandang seorang pebisnis, menikah dengan Anda adalah keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan. Kesampingkan dulu detil-detil yang Anda tanyakan. Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan adalah pertukaran antara &#8220;kecantikan&#8221; dan &#8220;uang&#8221;.</p>
<p>Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu.  Kelihatannya adil dan cukup wajar.. Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang tanpa alasan yang jelas.</p>
<p>Faktanya adalah penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, Anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya. Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya adalah aset yang ter-apresiasi sedangkan Anda adalah aset yang ter-depresiasi.</p>
<p>Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial. Jika hanya ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian.</p>
<p>Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap  perdagangan memiliki sebuah posisi. Berpacaran dengan Anda juga memiliki   &#8220;posisi perdagangan&#8221; . Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya. Bukan ide yang baik untuk mempertahankannya. Begitu juga  dengan pernikahan yang Anda inginkan.</p>
<p>Saya sangat kejam untuk berkata seperti ini, tapi untuk membuat keputusan bijak, aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewakan.</p>
<p>Pria dengan penghasilan $ 500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami hanya akan  berpacaran dengan Anda, tapi tidak akan menikahi Anda.</p>
<p>Saran saya lupakan mencari petunjuk bagaimana cara menikahi pria kaya. Usahakan agar Anda dapat membuat diri Anda kaya dengan berpenghasilan $ 500 ribu, lebih berpeluang ketimbang mencari pria kaya yang bodoh.</p>
<p>Semoga jawaban saya dapat membantu</p>
<p>Tertanda,<br />
JP Morgan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2009/05/big-girl-dont-cry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2009/02/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2009/02/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 13:22:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2009/02/02/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya/</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu&#8217;alaikum, kisah menarik, semoga bermanfaat&#8230; Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka. Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><font><font><font>Assalamu&#8217;alaikum,<br />
</font></font></font></p>
<p class="MsoNormal"><font><font><font>kisah menarik, semoga bermanfaat&#8230;<br />
</font></font></font></p>
<p class="MsoNormal"><font><font><font>Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam  karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah  tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stress di  pekerjaan dan kehidupan mereka.</font></font></font></p>
<p><font><font><font>Menawari tamu-tamunya kopi, professor  pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai  jenis dari porselin, plastic, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya  gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan  mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.</font></font></font></p>
<p><font><font><font>Setelah semua mahasiswanya  mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: &#8220;Jika kalian  perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal  hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk  mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang  menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.&#8221;</font></font></font></p>
<p><font><font><font>Pastikan bahwa  cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu  hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita  minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun  kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan  cangkir orang lain. Sekarang perhatikan hal ini: hati kita bagai kopi, sedangkan  pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya. Sering kali karena berkonsentrasi  hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi  kita.</font></font></font></p>
<p><font><font><font>Catatan: Kehidupan yang sesungguhnya adalah hati anda. Apakah anda  merasa bahagia dan damai? Apakah anda mencintai dan dicintai oleh keluarga,  saudara dan teman-teman anda? Apakah anda tidak berpikir buruk tentang orang  lain dan tidak gampang marah? Apakah anda sabar, murah hati, bersukacita karena  kebenaran, sopan dan tidak egois?</font></font></font></p>
<p class="MsoNormal"><font><font><font>Hanya hati anda dan Tuhan yang tahu. Namun bila anda ingin  menikmati kopi dan bukan cangkirnya, hal-hal yang tidak semarak ini harus lebih  mengendalikan anda ketimbang hal-hal semarak seperti pekerjaan, uang dan posisi  anda!</font></font></font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2009/02/nikmati-kopinya-bukan-cangkirnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AYO SELAMATKAN BANGSA KITA !!!, MULAILAH DARI DIRI ANDA.</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/10/ayo-selamatkan-bangsa-kita-mulailah-dari-diri-anda/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/10/ayo-selamatkan-bangsa-kita-mulailah-dari-diri-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 12:27:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/10/18/ayo-selamatkan-bangsa-kita-mulailah-dari-diri-anda/</guid>
		<description><![CDATA[AYO SELAMATKAN BANGSA KITA !!!, MULAILAH DARI DIRI ANDA.************ ********* ********* ********* ********* ********TERUSKAN EMAIL INI KE TEMAN-TEMAN ANDA SEBANYAK-BANYAKNYAAda langkah lain yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan bangsa kita :1. Yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda. Jangan ambil uang anda dari bank. Jika anda ikut ikutan mencairkan dana anda maka akan terjadi bank]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 13px; line-height: 15px" class="Apple-style-span">AYO SELAMATKAN BANGSA KITA !!!, MULAILAH DARI DIRI <span style="line-height: 1.22em" id="lw_1224332659_7" class="yshortcuts">ANDA</span>.<br style="line-height: 1.22em" />************ ********* ********* ********* ********* ********<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />TERUSKAN EMAIL INI KE TEMAN-TEMAN ANDA SEBANYAK-BANYAKNYA<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Ada langkah lain yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan <br style="line-height: 1.22em" />bangsa kita :<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />1. Yang mempunyai deposito bertahanlah dengan deposito anda. <br style="line-height: 1.22em" />Jangan ambil uang anda dari bank. Jika anda ikut ikutan mencairkan <br style="line-height: 1.22em" />dana anda maka akan terjadi bank rush, dan krisis keuangan akan <br style="line-height: 1.22em" />semakin parah.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />2. Yang memiliki saham dan turunannya, jangan menjual saham <br style="line-height: 1.22em" />dan derivasinya. Jika anda ikut ikutan menjual saham dan turunannya, <br style="line-height: 1.22em" />maka <span style="line-height: 1.22em" id="lw_1224332659_8" class="yshortcuts">harga saham</span> akan semakin ambruk, dan krisis akan sungguh terjadi <br style="line-height: 1.22em" />semakin parah<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />3. Jangan ikut ikutan memborong dolar. Jika anda ikut ikutan <br style="line-height: 1.22em" />memborong dolar, maka harga dolar akan semakin tinggi dan rupiah <br style="line-height: 1.22em" />semakin terpuruk. Harga barang impor akan semakin mahal, dan <br style="line-height: 1.22em" />inflasi dalam negeri akan semakin menggila. <br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />4. Jangan panik. Jika anda tidak panik, maka krisis akan cepat <br style="line-height: 1.22em" />berlalu. Perekonomian akan cepat pulih. Harga saham akan cepat <br style="line-height: 1.22em" />rebound. Dolar akan cepat menyesuaikan diri pada kurs yang rasional.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Cadangan devisa kita cukup kuat. Jika anda panik dan ikut ikutan <br style="line-height: 1.22em" />menarik deposito, menjual saham dan memborong dolar, maka anda ikut <br style="line-height: 1.22em" />memberikan kontribusi pada semakin dalamnya krisis <span style="line-height: 1.22em" id="lw_1224332659_9" class="yshortcuts">di Indonesia</span> . <br style="line-height: 1.22em" />Tetapi tentu ini merupakan pilihan bebas. Tidak ada yang dapat <br style="line-height: 1.22em" />melarang anda. <span style="line-height: 1.22em" id="lw_1224332659_10" class="yshortcuts">Hati nurani</span> yang bicara. Pilihan yang sulit bagi <br style="line-height: 1.22em" />yang berduit tetapi silahkan memilih.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Krisis keuangan global kian menebar ancaman menjadi krisis ekonomi <br style="line-height: 1.22em" />global yang tidak main-main, <span style="line-height: 1.22em" id="lw_1224332659_11" class="yshortcuts">bursa saham</span> guncang dan nilai tukar <br style="line-height: 1.22em" />Rupiah semakin melemah, ini semua menjadi indicator bahwa akan ada <br style="line-height: 1.22em" />bencana baru yang siap menerkam.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Para kaum Kapitalis yang ingin meraup keuntungan dengan cara cepat <br style="line-height: 1.22em" />dan menjadi SERAKAH akhirnya menjadi sumber dari segala krisis yang <br style="line-height: 1.22em" />kita belum tau kapan akan berakhir.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Pertanyaannya adalah apa yang bisa kita lakukan untuk ikut membantu <br style="line-height: 1.22em" />agar krisis ini tidak menghancurkan sendi-sendi perekonomian Bangsa <br style="line-height: 1.22em" />ini?<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Tentu kita tidak ingin ini menjadi periode 10 Tahunan (1998-2008), <br style="line-height: 1.22em" />mimpi kelam krisis ekonomi 10 tahun lewat tentu tidak ingin kita <br style="line-height: 1.22em" />munculkan kembali, tapi jika Anda tidak peduli maka bisa saja hal <br style="line-height: 1.22em" />ini akan terjadi!!!!<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Dan jika itu terjadi maka Bangsa ini akan semakin terpuruk, akan <br style="line-height: 1.22em" />muncul PHK besar-besaran, sector riil yang tidak bergerak, system <br style="line-height: 1.22em" />perbankan yang sudah tidak dipercaya lagi dan akhirnya <br style="line-height: 1.22em" />kita kembali ke NOL lagi.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Jika Anda masih mencintai Bangsa ini maka ada banyak hal yang bisa <br style="line-height: 1.22em" />Anda lakukan, paling tidak MULAILAH DARI DIRI ANDA SENDIRI..!! , <br style="line-height: 1.22em" />contoh kecil sbb : Jika Anda seorang awam sebagaimana saya, maka <br style="line-height: 1.22em" />yang bisa kita lakukan adalah :<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Gunakanlah PRODUKSI DALAM NEGERI dalam semua aktivitas hidupmu,dengan <br style="line-height: 1.22em" />langkah ini akan menyelamtkan Sektor Riil, usaha-usaha kecil akan <br style="line-height: 1.22em" />berkembang, dan akhirnya kita bisa berdiri tegak dan mengatakan<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />KITA BISA HIDUP DARI NEGERI KITA SENDIRI.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Langkah kecil lain jangan sok mengkonsumsi produk makanan luar <br style="line-height: 1.22em" />negeri, jika anda senang makan Durian tidak perlu durian Bangkok <br style="line-height: 1.22em" />Thailand cukup durian local toh tidak kalah rasanya, jika senang <br style="line-height: 1.22em" />makan Jagung? Tidak perlulah Jagung Thailand cukup jagung local, <br style="line-height: 1.22em" />tidak perlu makan-makan di outlet2 dengan brand luar negeri, toh ayam<br style="line-height: 1.22em" />kampung kita tidak kalah nikmatnya, hal kecil ini kadang tidak kita <br style="line-height: 1.22em" />sadari tapi ketahuilah EFEK nya sangat luarbiasa, anda bisa bayangkan <br style="line-height: 1.22em" />jika semua anak bangsa ini berfikiran sama, jika anda konversikan <br style="line-height: 1.22em" />dengan modal yang beputar maka Anda akan kaget dan heran akan IMPACT <br style="line-height: 1.22em" />yang sangat <span style="line-height: 1.22em" id="lw_1224332659_12" class="yshortcuts">luar biasa</span>, yakin dan percayalah dengan cara kecil ini <br style="line-height: 1.22em" />Krisis ini tidak akan terjadi DISINI di <span style="line-height: 1.22em" id="lw_1224332659_13" class="yshortcuts">BUMI</span> INDONESIA.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Gunakan angkutan Massal jika itu anda bisa lakukan, itu akan membantu <br style="line-height: 1.22em" />untuk mengurangi konsumsi energi yang luar biasa yang sebetulnya <br style="line-height: 1.22em" />tidak perlu, disamping mengurangi polusi, jangan lupa disamping <br style="line-height: 1.22em" />krisis keuangan yang berpotensi menjadi krisis Ekonomi kita juga <br style="line-height: 1.22em" />dihadapkan dengan krisis Energy..!! kenyamanan mungkin belum kita <br style="line-height: 1.22em" />pikirkan sekarang, percayalah bahwa aroma sesaknya penumpang di <br style="line-height: 1.22em" />Angkot dan bus-bus itu masih menimbulkan secercah harapan bahwa <br style="line-height: 1.22em" />sector riil kita masih bergerak.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Berbelanjalah di pasar-pasar tradisional, berdayakan warung-warung <br style="line-height: 1.22em" />kaki lima , percaya atau tidak Ekonomi Kerakyatan terbukti mampu <br style="line-height: 1.22em" />menyelamatkan perekonomian kita.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Jika Anda seorang pelaku bisnis maka tolong jangan hanya memikirkan <br style="line-height: 1.22em" />untuk meraup keuntungan pribadi semata-mata hanya dengan memikirkan <br style="line-height: 1.22em" />Import barang-barang murah yang hanya akan menghancurkan produk dalam <br style="line-height: 1.22em" />negeri, jangan lari dari tanggung jawab dengan membawa lari modal ke <br style="line-height: 1.22em" />luar negeri, ingat menjaga, mengusahakan agar Capital Inflow akan <br style="line-height: 1.22em" />lebih bijkasana dan akan sangat membantu Negeri ini, jangan biarkan <br style="line-height: 1.22em" />capital outflow terjadi itu sama dengan menghancurkan perekonomian <br style="line-height: 1.22em" />Rakyat LET&#8217; S SAVE OUR NATION, START FROM YOUR SELF!!!!<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Lakukan hal sederhana ini maka Anda akan lihat akibat penyelamatan <br style="line-height: 1.22em" />yang luar biasa.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />Dengan meneruskan pesan ini ke relasi dan sahabat Anda, berarti Anda <br style="line-height: 1.22em" />sudah ikut mengingatkan Saudara Sebangsa Kita untuk Ikut PEDULI <br style="line-height: 1.22em" />menyelamatkan Bangsa ini.<br style="line-height: 1.22em" /><br style="line-height: 1.22em" />TERUSKAN EMAIL INI KE TEMAN-TEMAN ANDA SEBANYAK-BANYAKNYA<br style="line-height: 1.22em" /></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/10/ayo-selamatkan-bangsa-kita-mulailah-dari-diri-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Market Driven vs Market Driving</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/market-driven-vs-market-driving/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/market-driven-vs-market-driving/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 18:55:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/15/market-driven-vs-market-driving/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Achsan Permas Perubahan lingkungan yang serba cepat telah menyebabkan persaingan di bidang pemasaran menjadi amat ketat. Berbagai keunggulan diciptakan perusahaan-perusahaan dengan perbedaan yang semakin tipis, mudah ditiru dan akhirnya usang. Prinsip market driven yang pada dasarnya mencoba memahami kebutuhan pasar dan memenuhinya secara baik dianggap kurang mampu bertahan lama. Untuk memenangkan persaingan saat ini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em><font color="#0000cc"><font face="verdana, arial">Oleh: Achsan Permas</font></font></em></strong><br />
<font face="verdana, arial">Perubahan lingkungan yang serba cepat telah menyebabkan persaingan di bidang pemasaran menjadi amat ketat. Berbagai keunggulan diciptakan perusahaan-perusahaan dengan perbedaan yang semakin tipis, mudah ditiru dan akhirnya usang. Prinsip <em>market driven </em>yang pada dasarnya mencoba memahami kebutuhan pasar dan memenuhinya secara baik dianggap kurang mampu bertahan lama. </font></p>
<p><font face="verdana, arial">Untuk memenangkan persaingan saat ini tidaklah cukup dengan merespon kebutuhan dan keinginan pasar semata. Sudah banyak peneliti dan penulis, seperti Kumar, Scheer, Kotler, Jaworski, Kohli, dan Shay menyampaikan prinsip bahwa untuk memenangkan persaingan perusahaan harus aktif mempengaruhi pasar, bukan hanya merespon pasar. Perusahaan tidak cuma perlu dekat dengan pelanggan dan lingkungannya, tetapi juga perlu menemukan jasa atau produk yang lebih baik dan lebih ekonomis di atas harapan pelanggan dan pesaing. </font></p>
<p><font face="verdana, arial">Indosat Mega Media (IM2) dengan visinya menjadi pemimpin pasar internet dan multimedia telah menerapkan prinsip <em>market driving</em>. Inovasi jasa yang disebut <em>feature enrichment </em>IM2 dilengkapi <em>multiple access</em>, <em>instant activation</em>, smart <em>billing, free modem, free download </em>dari situs IM2 maupun kelengkapan <em>interactive map</em> merupakan langkah inovasi penting sebagai salah satu prinsip penerapan <em>market driving</em>.  </font></p>
<p><font face="verdana, arial">Prinsip yang sama juga diterapkan Sampoerna dengan memperkenalkan rokok berkadar nikotin dan tar rendah. Bahkan, Sampoerna telah menciptakan â€œA Mild Worldâ€ di Indonesia melalui inovasi produknya. Banyak yang berpendapat, prinsip perubahan akan sangat sulit dilakukan oleh perusahaan yang sudah besar, termasuk perubahan dari <em>market driven</em> menjadi <em>market driving. </em> </font></p>
<p><font face="verdana, arial">Tetapi, apa yang dilakukan BCA, terutama untuk produk dana (<em>funding</em>), sungguh berbeda. Peluncuran Tahapan BCA dengan sejumlah hadiah yang fenomenal beberapa tahun lalu, dan pemasangan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dalam jumlah banyak, telah mampu melayani 8 juta nasabahnya dengan transaksi mencapai lebih dari Rp 2 triliun per hari. </font></p>
<p><font face="verdana, arial">Polygon yang berpengalaman melayani pasar sepeda internasional memasuki pasar domestik dengan menciptakan sepeda yang berkualitas baik, terutama jenis MTB. Tidak hanya itu, Polygon juga menjalin aliansi strategis dengan ITB sebagai laboratorium riset dan secara rutin menyelenggarakan â€œPolygon Design Contest.â€ Hal yang mirip juga dilakukan oleh Sido Muncul dengan memperkenalkan jamu cair Tolak Angin dan minuman berenergi beragam rasa, Kuku Bima. </font></p>
<p><font face="verdana, arial">Kumar, Scheer dan Kotler menyebut <em>radical business innovation </em>merupakan kunci di dalam penerapan prinsip <em>market driving</em> dan meninggalkan prinsip <em>incremental traditional innovation.</em> Bahkan, di dalam <em>market driving</em>, perusahaan harus mau dan mampu melakukan kanibalisasi diri dengan melansir produk atau jasa pengganti yang jauh lebih baik. Misalnya, melampaui harapan pelanggan, mampu meninggalkan pesaing yang jauh di belakangnya, dan bukan justru melindungi atau memproteksi produk lamanya. </font></p>
<p><font face="verdana, arial">Prinsip inovasi tersebut perlu ditunjang oleh usaha yang kuat, konsistensi, dan berkelanjutan guna mendidik pasar. Usaha ini dapat berupa <em>free trial </em>layaknya yang diterapkan oleh IM2. Melalui pengalaman calon pengguna, usaha edukasi pasar akan jauh lebih efektif. Bank BCA telah dikenal lama menggunakan promosi melalui acara Gebyar BCA, <em>Welcome to BCA</em>, juga <em>customer gathering </em>secara berkelanjutan.  </font></p>
<p><font face="verdana, arial">Sampoerna dengan sangat cerdik juga mencuri perhatian pasar melalui <em>campaign story A Mild</em>-nya, mulai dari <em>â€œHow Low Can You Go</em>â€ sampai â€œTanya Kenapa.â€ Program iklan yang berbeda dan berlanjut tampak telah berhasil mempengaruhi dan mengedukasi pasar. Lain lagi yang dilakukan Polygon, yakni lebih mengutamakan kombinasi iklan di televisi, pameran, dan menciptakan komunitas peminat sepeda. Sedangkan Sido Muncul dengan Tolak Angin-nya cenderung memilih bintang iklan dari kalangan selebriti yang dianggap spektakuler untuk mengedukasi pemakaian jamu, terutama bagi pasar kelas atas. </font></p>
<p><font face="verdana, arial">Namun, inovasi dan program edukasi pasar saja belum cukup untuk sampai pada <em>business performance </em>yang sesungguhnya, yaitu profit dan <em>market share</em>. Sistem bisnis yang unik dari sisi distribusi dan penjualan juga menjadi faktor penentu implementasi <em>market driving</em>. BCA dengan kira-kira 5.500 ATM dan 800 cabang tidak dapat dilepaskan dari keberhasilannya melayani lebih dari 1,8 juta transaksi nasabah per hari. Inovasi yang diikuti edukasi pasar dan kemudahan akses pelanggan tentu berperan besar dalam membuat BCA menjadi bank besar. </font></p>
<p><font face="verdana, arial">IM2 melakukannya dengan mengubah sistem penjualan dari yang menekankan<em> direct selling dominat </em>menjadi <em>indirect selling dominant</em> dengan <em>solution selling</em>. Polygon membuka beberapa gerai langsung untuk memudahkan edukasi pasar sekaligus mempermudah akses bagi pelanggannya. Sementara, Sido Muncul menerapkan sistem multidistribusi untuk membuka akses ke pasar. Dan, kita berharap perusahaan-perusahaan lain melakukan <em>market driving </em>seperti yang dilakukan IM2, Bank BCA, Sampoerna, dan Polygon agar mampu menembus pasar dengan baik.</font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/market-driven-vs-market-driving/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TEORI UTILITAS DAPAT MENJELASKAN MENGAPA MANAJEMEN RISIKO ITU PENTING</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/teori-utilitas-dapat-menjelaskan-mengapa-manajemen-risiko-itu-penting/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/teori-utilitas-dapat-menjelaskan-mengapa-manajemen-risiko-itu-penting/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 09:58:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/10/teori-utilitas-dapat-menjelaskan-mengapa-manajemen-risiko-itu-penting/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ronny Kountur, Ph.D (Artikel ini pernah dimuat di majalah Eksekutif, April 2007) Pendahuluan Sikap orang ketika menghadapi risiko bisa berbeda-beda. Ada orang yang berusaha untuk menghindari risiko, namun ada juga yang sebaliknya sangat senang menghadapi risiko sementara yang lain lagi mungkin tidak terpengaruh dengan adanya risiko. Pemahaman atas sikap orang terhadap risiko ini bisa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><font color="" face="verdana,' arial">Oleh:  <strong>Ronny Kountur, Ph.D</strong><em><br />
(Artikel ini pernah dimuat di  majalah Eksekutif, April 2007</em>)  </font><font color="#663399" face="verdana,' arial"><strong>Pendahuluan </strong> </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Sikap orang ketika menghadapi risiko bisa berbeda-beda. Ada orang yang  berusaha untuk menghindari risiko, namun ada juga yang sebaliknya sangat senang  menghadapi risiko sementara yang lain lagi mungkin tidak terpengaruh dengan  adanya risiko.  </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Pemahaman atas sikap orang terhadap risiko ini bisa membantu untuk mengerti  betapa risiko itu penting untuk ditangani dengan baik.  </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial"><strong>Teori Utilitas dan Risiko </strong> </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Teori tentang utility (utility theory) dapat digunakan untuk menjelaskan  sikap orang tehadap risiko. Menurut teori ini, ada tiga kelompok orang:  </font></p>
<ol> <font color="#663399" face="verdana,' arial"></p>
<li>kelompok orang yang tidak menyukai risiko,</li>
<li>kelompok orang yang tidak terpengaruh dengan adanya risiko, dan</li>
<li>
<p align="justify">kelompok orang yang senang menghadapi risiko.</p>
</li>
<p></font></ol>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Ketiga kelompok orang ini dapat dijelaskan dengan melihat hubungan antara  kekayaan dan manfaat (utility) seperti yang nampak pada Gambar 1.  </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial"><img src="http://www.lppm.ac.id/data/total_utility.jpg" align="centre" />  </font></p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Perhatikan garis A. Pada saat seseorang memiliki kekayaan Rp 10, kemudian  kekayaannya naik Rp 5 menjadi Rp 15, dia mendapatkan utility sebanyak 2 util  (sebutan untuk ukuran utility atau manfaat) yaitu dari 10 util menjadi 12 util.  Jika util ini menunjukkan kenikmatan, maka dengan kekayaan naik Rp 5 dia  mendapatkan kenikmatan sebanyak 2. Namun, jika dia menderita kerugian dimana  kekayaannya berkurang dengan jumlah yang sama yaitu Rp 5 kenikmatan yang dia  korbankan sebanyak 4 util yaitu turun dari 10 util menjadi 6 util. Dengan  perubahan kekayaan yang sama, dia akan lebih menderita jika rugi dari pada jika  untung. GAMBAR 1. Utility theory of risk  </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Lain halnya dengan garis B. Besarnya utility atau manfaat yang diperoleh dari  penambahan kekayaan sama dengan besarnya utility yang dikorbankan dari  pengurangan kekayaan dengan jumlah yang sama. Misalnya jika kekayaan bertambah  Rp 5, utility yang dia terima adalah sebesar 3 util. Jika dia rugi Rp 5, utility  yang dia korbankan juga sama dengan 3 util.  </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Garis C menunjukkan keadaan dimana utility yang diterima dengan adanya  peningkatan kekayaan lebih besar dari utility yang dikorbankan dengan penurunan  kekayaan pada jumlah yang sama. Keadaan seperti ini dikenal dengan istilah  increasing marginal utility of wealth. Semakin meningkat kekayaan, semakin besar  utility yang diterima. Peningkatan kekayaan akan memberikan utility yang lebih  besar daripada utility yang dikorbankan jika kekayaan berkurang dengan jumlah  yang sama.  </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial"><strong>Aplikasi Teori Utilitas pada Risiko </strong> </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Garis A ini yang dikenal dengan istilah diminishing marginal utility of  wealth, dimana semakin banyak kekayaan yang diperoleh, pertambahan manfaat  (utility) dari kekayaan ini semakin kecil. Sebaliknya semakin kecil kekayaan,  semakin besar manfaat atau utility yang dikorbankan. Jika diaplikasikan pada  risiko, semakin rugi, semakin besar penderitaan atas kerugian tersebut  dibandingkan dengan kenikmatan yang diperoleh jika menguntungkan. Ini yang  menjelaskan mengapa orang tidak suka menderita kerugian. Sebab semakin rugi dia,  penderitaan yang dia terima akan semakin besar.  </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Orang yang tergolong pada garis A ini adalah orang yang berusaha sebisa  mungkin untuk menghindari risiko. Kelompok orang ini yang dikenal dengan  orang-orang yang risk avert. Pada umumnya atau sebagian besar orang berada pada  kelompok ini.  </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Garis B ini dikenal dengan istilah constant marginal utility of wealth. Orang  yang tergolong pada garis B ini adalah orang yang tidak terpengaruh dengan  adanya risiko. Kelompok orang ini yang dikenal dengan orang-orang yang  indifferent to risk. Hanya sebagian kecil orang yang masuk pada kelompok ini.  </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Orang pada kelompok garis C yang kadang-kadang disebut risk taker adalah  mereka yang menyenangi risiko. Mengapa? Karena kebahagiaan (jika itu yang diukur  dengan utility) yang dia terima jika berhasil lebih besar dari sengsara yang dia  derita jika rugi dengan jumlah yang sama. Hanya sedikit orang yang berada pada  kelompok ini.  </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial"><strong>Kesimpulan </strong> </font></p>
<p><font color="#663399" face="verdana,' arial">Pada umumnya manusia itu risk averter, berusaha untuk menghindari risiko oleh  karena penderitaan yang dia alami lebih besar dari kesenangan yang diterima  apabila terjadi kerugian. Sikap orang terhadap risiko ini yang menjelaskan  mengapa risiko itu sangat penting untuk ditangani. Sedikit saja kerugian,  penderitaan yang dirasakan lebih besar daripada penambahan keuntungan dengan  jumlah yang sama seperti yang digambarkan oleh garis A diatas.  </font></p>
<p>sumber: http://www.lppm.ac.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/teori-utilitas-dapat-menjelaskan-mengapa-manajemen-risiko-itu-penting/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manajemen Turnaround</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/manajemen-turnaround/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/manajemen-turnaround/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 09:10:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/10/manajemen-turnaround/</guid>
		<description><![CDATA[Kiat-kiat Bisnis Terbaik dari Pengalaman Indonesia (Case Studi Asia) Buku ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama membngan mengenai â€œKrisis dan Turnaroundâ€, Bagian kedua berisi â€œKiat-kiat Menanggulangi Krisisâ€, bagian tiga tentang â€œKiat-kiat menangkal krisis, dan bagian empat berisi profil-rofil perusahaan studi kasus. Pada presentasi ini hanya dibahas beberapa perusahaan pada bagian 2 . Garudafood Adanya]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kiat-kiat Bisnis Terbaik dari Pengalaman Indonesia (Case Studi Asia)</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-indent: 0.5in; line-height: normal; text-align: justify"><font face="Lucida Sans Unicode">Buku ini terdiri dari empat bagian. Bagian pertama  membngan mengenai â€œKrisis dan Turnaroundâ€, Bagian kedua berisi â€œKiat-kiat  Menanggulangi Krisisâ€, bagian tiga tentang â€œKiat-kiat menangkal krisis, dan  bagian empat berisi profil-rofil perusahaan studi kasus. Pada presentasi ini  hanya dibahas beberapa perusahaan pada bagian 2 .</font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-indent: 0.5in; line-height: normal; text-align: justify"><o:p><font face="Lucida Sans Unicode"> </font></o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; line-height: normal; text-align: justify"><strong><font face="Lucida Sans Unicode">Garudafood<o:p></o:p></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify"><font face="Lucida Sans Unicode">Adanya kenaikan bahan baku, seperti kacang tanah yang  berlipat ganda, maka garudafood memperkenalkan berbagai makanan kudapan dalam  ukuran kemasan yang lebih kecil. Isi dari produk dengan kemasan yang lebih kecil  ini berkurang 50% demikian juga bahan kemasannya. Kemasan yang lebih kecil ini  ternyata lebih menguntungkan dibandingkan dengan kemasan sebelumnya, karna harga  dikurangi kurang dari 50%. Oleh karena harga kemasan kecil ini lebih terjangkau,  maka angka penjualan lebih meningkat hanya dua bulan setelah peluncurannya.  Selama masa krisis, angka keuntungan berbagai produk untuk segmen bawah dengan  harga yang murah justru melebihi produk-produk untuk segmen atas.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-indent: 0.5in; text-align: justify"><o:p><font face="Lucida Sans Unicode"> </font></o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><strong><font face="Lucida Sans Unicode">Blue  Bird<o:p></o:p></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><font face="Lucida Sans Unicode"><strong><span>                </span></strong>Selama puncak berkecamuknya  krisis, yakni ketika terjadi kerusuhan dijalan-jalan dan kekerasan masa  diberbagai kota besar di Indonesia, Blue Bird, menyediakan layanan transportasi  dan memberikan bantuan mengungsikan tenaga ahli asing, personil kedutaan serta  warga asing lain yang ketakutan. Oleh karna kehandalan sistemnya, terutama  jaringan komunikasinya, maka Blue Bird merupakan penyedia layanan pilihan selama  masa-masa tersebut. Blue Bird dikenal sebagai pelopor dalam melakukan instalasi  teknologi muktahir pada kendaraan-kendaraannya di Indonesia, termasuk agrometer,  AC, dan radio GPS (Global Positioning System).</font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><o:p><font face="Lucida Sans Unicode"> </font></o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><strong><font face="Lucida Sans Unicode">Samsung  Corporation di Korea<o:p></o:p></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><font face="Lucida Sans Unicode"><span>                 </span>Samsung Corporation, yang merupakan perusahaan dagang korea terbesar,  menginvestasikan US$50 juta kepasar internet setelah perusahaan perantara dagang  tradisionalnya dihantam oleh krisis asia pada tahun 1997. Perusahaan ini adalah  unit utama perusahaan Grup Samsung yang pada masa itu memiliki hutang sebesar  US$23.4 milyar. Samsung Corp., melalui prakarsa vice president dan perencana  bisnis utamanya, Lim Young Hak, mendirikan B2B (Business to Business) atau  perdagangan barter bisnis untuk produk baja, bahan kimia, dan produk perikanan.  Saat perusahaan-perusahaan lain melakukan penghematan biaya selama masa-masa  sulit, maka Samsung Electronics, perusahaan teknologi milik kelompok Samsung,  dan dianggap perusahaan teknologi yang paling menguntungkan di dunia; saat  didera krisis Asia serta harga chip yang jatuh, malahan justru melakukan  investasi pada riset dan pengembangan, terutama untuk mengembangkan telepon  genggam yang ditujukan untuk menembus pasar AS dan memperoleh devisa.<span>  </span></font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><o:p><font face="Lucida Sans Unicode"> </font></o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><strong><font face="Lucida Sans Unicode">Hotline<o:p></o:p></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><font face="Lucida Sans Unicode"><span>                 </span>Ketika krisis mencapai puncaknya, Hotline Advertising tidak punya bisnis  apapun, tidak ada proyek periklanan baru selama 3 bulan. Selama masa itu, para  karyawan minta bertemu dengan manajemen dan menawarkan agar gaji mereka dipotong  50% demi membantu perusahaan menghadapi masalah finansialnya. Namun, pihak  manajemen tidak menganggap pengurangan gaji mereka sebagai penghematan biaya,  tetapi menaruh biaya yang dihemat ini dalam rekening terpisah. Pemotongan gaji  ini nantinya dibayarkan kembali kepada karyawan ketika bisnis telah  pulih.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><o:p><font face="Lucida Sans Unicode"> </font></o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><strong><font face="Lucida Sans Unicode">Siam  Cement<o:p></o:p></font></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><font face="Lucida Sans Unicode">Turnaround yang sukses yang dijalankan oleh Siam  Cement juga adalah berkat transparansi dan keterbukaan dari CEO perusahaan,  yaitu Chumpol NaLamlieng, kepada para bankir grup perusahaan ini mengenai  situasi yang mereka alami. Ia mengisahkan kembali pengalamannya: â€œKami berlutut  dan memohon kepada mereka agar tidak meninggalkan kamiâ€. Serta berjanji untuk  membayar semua bunga, dia berkomitmen untuk menjual semua bisnis yang bukan  inti, memastikan diperolehnya likuiditas secara intern, dan menerbitkan obligasi  local untuk mengurangi hutang sebesar US$4.6 miliar. Meskipun banyak perusahaan  di Thailand yang tengah terguncang berupaya tidak bertemu atau menghindari para  kreditor mereka , tetapi Siam Cement dinilai sangat terpuji dalam usahanya untuk  menemui para bankirnya, dan menyampaikan berbagai upaya pemulihan  perusahaan.</font></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><o:p><font face="Lucida Sans Unicode"> </font></o:p></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 10pt; text-align: justify"><font face="Lucida Sans Unicode">Adapun hikmah dan kiat-kiat dalam menganggulagi  krisis dari cerita diatas adalah:</font></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify"><span><span><font face="Lucida Sans Unicode">1.</font><span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><font face="Lucida Sans Unicode">Diversifikasi ke produk dan jasa yang  terjangkau</font></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify"><span><span><font face="Lucida Sans Unicode">2.</font><span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><font face="Lucida Sans Unicode">Inovasi produk dan jasa untuk masa krisis</font></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify"><span><span><font face="Lucida Sans Unicode">3.</font><span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><font face="Lucida Sans Unicode">Peluang ekspansi usaha dimasa krisis</font></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin: 0in 0in 0pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify"><span><span><font face="Lucida Sans Unicode">4.</font><span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><font face="Lucida Sans Unicode">Kemitraan Manajemen dan Karyawan</font></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin: 0in 0in 10pt 0.5in; text-indent: -0.25in; text-align: justify"><span><span><font face="Lucida Sans Unicode">5.</font><span style="font-family: 'Times New Roman'; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal">       </span></span></span><font face="Lucida Sans Unicode">Transparansi kepada para kreditor </font></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/manajemen-turnaround/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TEAM ABAD 21: Kelompok Serigala</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/team-abad-21-kelompok-serigala/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/team-abad-21-kelompok-serigala/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 08:57:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/10/team-abad-21-kelompok-serigala/</guid>
		<description><![CDATA[Andrew Grove dari Intel Cooperation pernah mengatakan bahwa perusahaan masa kini tidak mempunyai pilihan, selain harus beroperasi di dunia penuh perubahan, yang dibentuk oleh globalisasi dan revolusi informasi. Cuma ada dua opsi: beradaptasi atau mati. Kita mengetahui bahwa adaptasi memerlukan fleksibilitas dan kemampuan belajar yang tinggi. Dalam The Living Company (1997) yang ditulis Arie de]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Andrew Grove dari Intel Cooperation pernah mengatakan bahwa perusahaan masa  kini tidak mempunyai pilihan, selain harus beroperasi di dunia penuh perubahan,  yang dibentuk oleh globalisasi dan revolusi informasi. Cuma ada dua opsi:  beradaptasi atau mati.</p>
<p>Kita mengetahui bahwa adaptasi memerlukan fleksibilitas  dan kemampuan  belajar yang tinggi. Dalam The Living Company (1997) yang ditulis Arie de Geus,  perusahaan-perusahaan yang berhasil untuk terus hidup selama lebih dari lima  bahkan sepuluh dekade mengandalkan kelompok untuk melakukan adaptasi. Kelompok  menjadi pilihan perusahaan yang ingin menjadi lebih fleksibel karena proses  pengambilan keputusan didorong ke garis depan. Kemampuan belajar perusahaan pun  meningkat, melalui pemberdayaan intelektual dan kreativitas karyawan. Seperti  apa bentuk kelompok yang pas bagi perusahaan masa kini?</p>
<p style="text-align: justify">Menurut Towery, seorang ahli serigala dalam The  Wisdom of Wolves (1995), kelompok serigala adalah kelompok yang mempunyai  kinerja tinggi. Dan seperti perusahaan-perusahaan masa kini, ternyata kelompok  serigala juga tidak dapat mengantisipasi kejadian. Namun kelompok serigala  mengatasinya dengan membangun fleksibilitas dan kemampuan bereaksi dengan cepat  untuk menghadapi situasi-situasi tak terduga. Oleh sebab itu, tampaknya kelompok  serigala perlu dipelajari sebagai upaya membangun kelompok kerja yang pas untuk  abad ini.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Sikap</strong>. Perilaku kelompok  serigala didasari oleh satu pertanyaan: Apa yang terbaik bagi kelompok?.  Serigala tidak akan berlari memburu mangsanya, menyalak, menggonggong, dan  menggeram tanpa tujuan. Mereka memiliki perencanaan strategik yang dieksekusi  melalui komunikasi terus menerus di antara anggota. Bila saaatnya tiba,  masing-masing anggota tahu persis apa perannya dan mengerti persis apa yang  diharapkan oleh kelompok darinya. Semua yang terbaik, untuk kelompok. Serigala  tidak bergantung pada nasib baik. Kohesi, kerjasama, dan pelatihan menentukan  apakah kelompok bakal hidup atau mati.</p>
<p style="text-align: justify">Begitu juga manusia, seharusnya. Team yang sukses  mempunyai perspektif yang benar dan sikap yang pas. Selalu memvisualisasikan  sukses. Selalu optimis. Motivasi terbesar tidak selalu datang dari uang yang  melimpah, promosi, atau tepuk di bahu. Kerja keras dan sukses, seringkali datang  dari diri sendiri</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Keunikan</strong>. Jumlah anggota  kelompok serigala berkisar antara lima hingga delapan ekor. Para serigala itu  sangat berhati-hati untuk tidak  meniru satu sama lain. Setiap anggota menduduki  posisi tertentu, saling menghormati keberbedaan yang dimiliki oleh anggota lain.  Pada kelompok serigala, tidak pernah satu anggota mengambil alih peran dan  tanggung jawab anggota lainnya. Terlepas dari seberapa gesit atau lamban, besar  atau kecil, kuat atau lemahnya dia. Bila ada yang tidak berperan sesuai dengan  tuntutan, maka kelompok menjadi timpang dan akhirnya mati.</p>
<p style="text-align: justify">Bila dianalogikan dengan kelompok kerja manusia  di perusahaan, maka setiap anggota kelompok harus menghormati keunikan anggota  lainnya. Bukannya memaksa anggota yang berbeda itu menjadi sama dengan yang  lain. Masing-masing anggota harus berkontribusi pada kelompok melalui bakat dan  kekuatan dirinya. Dengan mengekspresikan keunikan dirinya, serta menghormati dan  mendukung keunikan yang lain, maka kelompok akan menjadi kuat, tak tergoyahkan.  Seperti kelompok serigala, setiap anggota harus menjadi aset bukan liability  yang mesti ditanggung bersama. Setiap orang mempunyai tanggung jawab dan setiap  tanggung jawab adalah vital bagi kesuksesan proyek.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Komunikasi</strong>. Modal utama di balik  kesuksesan suatu team adalah anggotanya,-  bukan manajer -, yang bertanggung  jawab atas tugasnya, memantau kinerjanya masing-masing, dan mampu cepat mengubah  cara kerjanya bila dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah atau bila ada  perubahan situasi. Dalam bekerja, para anggota team aktif berkomunikasi. Ini  penting, karena sukses team bergantung pada  efektivitas komunikasi serta   pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara anggota.</p>
<p style="text-align: justify">Untuk mengeksekusi strateginya, serigala aktif  berkomunikasi. Seperti manusia, serigala pun tidak mengandalkan satu bentuk  komunikasi. Mereka melolong, menggonggong, menyalak,  mendengus, menggeram,  menjilat, menunjukkan sikap tubuh dominan atau tunduk, menggerakkan bibir, mata,  dan ekspresi wajah untuk menyampaikan pesan. Seperti manusia juga, mata  digunakan untuk komunikasi yang paling sensitif. Dalam suatu perburuan, bahkan  gerakan tak kentara dari otot mata serta perubahan besar pupil mata sangat  menentukan koordinasi antara anggota.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Kreativitas dan Kerja Keras</strong>.  Dalam kelompok serigala, hampir selalu ada serigala Omega. Biasanya serigala  Omega adalah serigala jantan dan bertubuh relatif kecil dibandingkan anggota  yang lain. Kelompok selalu menempatkan serigala Omega ini di urutan paling akhir  dari segala-galanya, terutama dalam urutan hak untuk makan. Bila kelompok bisa  bertahan hidup, serigala Omega akan cenderung menjadi sangat tahan banting.  Anggota yang lain pun semakin menghargainya.</p>
<p style="text-align: justify">Biasanya setelah sekian lama mengikuti kelompok  dengan segala ketabahan dan kerja keras, serigala Omega akan memisahkan diri dan  berkelana sendirian. Beberapa waktu kemudian, bekas serigala Omega tersebut akan  bergabung dengan kelompok lain, bertemu dengan pasangannya, dan membangun  kelompoknya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa anggota yang terlemah pun dari  kelompok harus mempersiapkan diri tidak saja untuk menyandang tanggung jawab  pribadi, namun siap untuk memimpin kapan pun</p>
<p style="text-align: justify">Pada team manusia, sering terbukti bila manajer  menghambat kreativitas karyawan, maka karyawan tersebut akan semakin tidak  mampu. Menurut Henry Mintzberg, pakar manajemen strategi dalam Strategy Safary  (1998), pemisahan antara kegiatan berpikir dan kegiatan pelaksanaan seperti pada  praktek penyusunan strategi di perusahaan-perusahaan membuat manajer dan  karyawan kehilangan kemampuan untuk menggagas dan memberikan tanggapan dengan  cepat. Ketika para manajer meningkat posisinya menjadi perencana strategik,  mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Bermain</strong>. Manusia seringkali  menggunakan istilah &#8220;bekerja habis-habisan, bermain habis-habisan&#8221;. Bagi  kelompok serigala, pernyataan tersebut pas sesuai dengan apa yang dilakukannya.  Serigala-serigala muda adalah makhluk yang sangat gembira. Kerjanya hanya  bermain dan bermain, bahkan seringkali bermainnya keterlaluan. Bermain merupakan  sarana untuk mengasah keterampilan berkomunikasi, bekerjasama, dan berburu, yang  diperlukan untuk mencari makan dan bertahan hidup. Serigala menjadi lebih kuat  secara fisik dan mental, melalui kegiatan bermain. Namun bermain juga merupakan  sarana untuk mencapai tujuan lain. Yaitu sebagai metode praktis untuk menentukan  peringkat di antara anggota kelompok. Semacam kegiatan assessment pada manusia.</p>
<p style="text-align: justify"><strong>Kegagalan</strong>. Walau secara alami  kelompok serigala adalah mesin pemburu yang sangat efektif, namun mereka juga  pernah gagal. Tingkat kegagalan kelompok serigala dalam berburu mencapai 90  persen. Jadi, secara statistik hanya satu dari sepuluh kali upaya perburuan yang  membuahkan hasil. Oleh sebab itu, keberhasilan adalah hal yang sangat menentukan  mati hidupnya kelompok. Namun respons kelompok terhadap kegagalan-kegagalan yang  terus mendera bukan berupa putus asa, kelesuan, kekalahan dan akhirnya menyerah.  Serigala tidak menjadi frustasi atau jatuh ke dalam depresi seperti manusia.  Mereka terus menerus berupaya, dan terus menerus menyempurnakan segala  keterampilannya. Mereka percaya, sukses akhirnya akan datang juga.</p>
<p style="text-align: justify">Manusia sungguh perlu meniru serigala. Dalam hal  stamina, ketekunan, dan motivasi diri yang tinggi. Seperti seorang bijak  mengatakan:</p>
<p>Manusia seperti kaca jendela; kaca itu memantulkan cahaya seolah bersinar  kala diterpa sinar matahario. Namun bila gelap datang, keindahan kaca hanya bisa  tampak bila ada cahaya di dalamnya.</p>
<p>Oleh : Ningky Munir</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/team-abad-21-kelompok-serigala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masukkan seekor ikan hiu ke dalam tangki anda</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/masukkan-seekor-ikan-hiu-ke-dalam-tangki-anda/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/masukkan-seekor-ikan-hiu-ke-dalam-tangki-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Feb 2008 08:56:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/10/masukkan-seekor-ikan-hiu-ke-dalam-tangki-anda/</guid>
		<description><![CDATA[Baik, kisah ini ada pada industri perikanan jepang. Ikuti dan ambil hikmah dari cerita berikut ini&#8230; Orang Jepang sejak lama selalu menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini. Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah besar lebih dari sebelumnya. Semakin]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baik, kisah ini ada pada industri perikanan jepang. Ikuti dan ambil hikmah  dari cerita berikut ini&#8230;</p>
<p class="entry-body">Orang Jepang sejak lama selalu menyukai ikan segar. Tetapi tidak banyak ikan  yang tersedia di perairan yang dekat dengan Jepang dalam beberapa dekade ini.  Jadi untuk memberi makan populasi Jepang, kapal-kapal penangkap ikan bertambah  besar lebih dari sebelumnya. Semakin jauh para nelayan pergi, semakin lama waktu  yang dibutuhkan untuk membawa ikan hasil tangkapan itu kembali. Jika perjalanan  pulang mencapai beberapa hari, ikan tersebut tidak segar lagi. Orang Jepang  tidak menyukai rasanya. Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perikanan  memasang freezer di kapal mereka. Mereka akan menangkap ikan dan langsung  membekukannya di laut. Freezer memungkinkan kapal-kapal nelayan untuk pergi  semakin jauh dan lama. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan rasa antara  ikan segar dan beku dan mereka tidak menyukai ikan beku. Ikan beku harganya  menjadi lebih murah. Sehingga perusahaan perikanan memasang tangki-tangki  penyimpan ikan di kapal mereka. Para nelayan akan menangkap ikan dan langsung  menjejalkannya ke dalam tangki hingga berdempet-dempetan. Setelah selama  beberapa saat saling bertabrakan, ikan-ikan tersebut berhenti bergerak. Mereka  kelelahan dan lemas, tetapi tetap hidup. Namun, orang Jepang masih tetap dapat  merasakan perbedaannya. Karena ikan tadi tidak bergerak selama berhari-hari,  mereka kehilangan rasa ikan segarnya. Orang Jepang menghendaki rasa ikan segar  yang lincah, bukan ikan yang lemas. Bagaimanakan perusahaan perikanan Jepang  mengatasi masalah ini? Bagaimana mereka membawa ikan dengan rasa segar ke  Jepang?</p>
<p><strong>Jika anda menjadi konsultan bagi industri perikanan, apakah yang anda  rekomendasikan?</strong></p>
<p>Begitu anda mencapai tujuan-tujuan anda, seperti mendapatkan jodoh, memulai  perusahaan yang sukses, membayar hutang-hutang anda, atau apapun, anda dapat  kehilangan gairah anda. Anda tidak perlu bekerja demikian keras sehingga anda  bersantai. Anda mengalami masalah yang sama dengan para pemenang lotere yang  menghabiskan uang mereka, pewaris kekayaan yang tidak pernah tumbuh dewasa, dan  para ibu rumah tangga jemu yang kecanduan obat-obatan resep.</p>
<p>Seperti masalah ikan di Jepang tadi, solusi terbaiknya sederhana. Hal ini  diamati oleh L. Ron Hubbard di awal 1950-an. &#8220;Orang berkembang, anehnya, hanya  dalam kondisi lingkungan yang menantang&#8221; -L. Ron Hubbard.</p>
<p><strong>Keuntungan dari sebuah Tantangan:</strong></p>
<p>Semakin cerdas, tabah dan kompeten diri anda, semakin anda menikmati masalah  yang rumit. Jika takarannya pas, dan anda terus menaklukan tantangan tersebut,  anda akan bahagia. Anda akan memikirkan tantangan-tantangan tersebut dan merasa  bersemangat. Anda tertarik untuk mencoba solusi-solusi baru. Anda senang. Anda  hidup!</p>
<p><strong>Bagaimana Ikan Jepang Tetap Segar</strong></p>
<p>Untuk menjaga agar rasa ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan  Jepang tetap menyimpan ikan di dalam tangki. Tetapi kini mereka memasukkan  seekor ikan hiu kecil ke dalam masing-masing tangki. Memang ikan hiu memakan  sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup.  Ikan-ikan tersebut tertantang.</p>
<p><strong>Saran:</strong></p>
<p>Jangan menghindari tantangan, melompatlah ke dalamnya. Taklukanlah. Nikmati  permainannya. Jika tantangan anda terlalu besar atau terlalu banyak, jangan  menyerah. Kegagalan membuat anda lelah. Sebaliknya, atur kembali strategi.  Temukanlah lebih banyak keteguhan, pengetahuan, dan bantuan</p>
<p>Jika anda telah mencapai tujuan anda, rencanakanlah tujuan yang lebih besar  lagi. Begitu kebutuhan pribadi atau keluarga anda terpenuhi, berpindahlah ke  tujuan untuk kelompok anda, masyarakat, bahkan umat manusia. Jangan ciptakan  kesuksesan dan tidur di dalamnya. Anda memiliki sumber daya, keahlian, dan  kemampuan untuk membuat perubahan. Jadi, masukkanlah seekor ikan hiu di tangki  anda dan lihat berapa jauh yang dapat anda capai!</p>
<p>Sumber : http://www.lppm.ac.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/masukkan-seekor-ikan-hiu-ke-dalam-tangki-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
