<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Apriza.NET &#187; Keajaiban Al-Qur&#8217;an</title>
	<atom:link href="http://www.apriza.net/blog/category/keajaiban-al-quran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.apriza.net/blog</link>
	<description>Behind the code..</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 08:10:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Lapisan-Lapisan Atmosfer</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/lapisan-lapisan-atmosfer/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/lapisan-lapisan-atmosfer/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 16:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keajaiban Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/26/lapisan-lapisan-atmosfer/</guid>
		<description><![CDATA[Bumi memiliki seluruh sifat yang diperlukan bagi kehidupan. Salah satunya adalah keberadaan atmosfir, yang berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk hidup. Adalah fakta yang kini telah diterima bahwa atmosfir terdiri dari lapisan-lapisan berbeda yang tersusun secara berlapis, satu di atas yang lain. Persis sebagaimana dipaparkan dalam Al Qurâ€™an, atmosfir terdiri dari tujuh lapisan. Ini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="100">
<tr>
<td>
<p align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/atmosfer_ind.jpg" height="176" width="150" /></p>
<p><span class="resimalti">Bumi memiliki seluruh sifat yang  diperlukan bagi kehidupan. Salah satunya adalah keberadaan atmosfir, yang  berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi makhluk hidup. Adalah fakta  yang kini telah diterima bahwa atmosfir terdiri dari lapisan-lapisan berbeda  yang tersusun secara berlapis, satu di atas yang lain. Persis sebagaimana  dipaparkan dalam Al Qurâ€™an, atmosfir terdiri dari tujuh lapisan. Ini pastilah  salah satu keajaiban Al Qurâ€™an. </span></td>
</tr>
</table>
<p>Satu fakta tentang alam semesta sebagaimana dinyatakan dalam Al Qurâ€™an adalah  bahwa langit terdiri atas tujuh lapis.</p>
<p><span class="ayet">&#8220;Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi  untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit.  Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 2:29) </span></p>
<p><span class="ayet">&#8220;Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan  asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada  tiap-tiap langit urusannya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 41:11-12) </span></p>
<p>Kata &#8220;langit&#8221;, yang kerap kali muncul di banyak ayat dalam Al Qurâ€™an,  digunakan untuk mengacu pada &#8220;langit&#8221; bumi dan juga keseluruhan alam semesta.  Dengan makna kata seperti ini, terlihat bahwa langit bumi atau atmosfer terdiri  dari tujuh lapisan.</p>
<p>Saat ini benar-benar diketahui bahwa atmosfir bumi terdiri atas  lapisan-lapisan yang berbeda yang saling bertumpukan. Lebih dari itu, persis  sebagaimana dinyatakan dalam Al Qurâ€™an, atmosfer terdiri atas tujuh lapisan.  Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut:</p>
<p>Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan.  Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan  jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia  membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer  disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi  penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. .  TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan  dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang  dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER. .<br />
<span class="anasayfa">(Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science,  Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322)</span></p>
<p>Jika kita hitung jumlah lapisan yang dinyatakan dalam sumber ilmiah tersebut,  kita ketahui bahwa atmosfer tepat terdiri atas tujuh lapis, seperti dinyatakan  dalam ayat tersebut.</p>
<p>1. Troposfer</p>
<p>2. Stratosfer</p>
<p>3. Ozonosfer</p>
<p>4. Mesosfer</p>
<p>5. Termosfer</p>
<p>6. Ionosfer</p>
<p>7. Eksosfer</p>
<p>Keajaiban penting lain dalam hal ini disebutkan dalam surat Fushshilat ayat  ke-12, &#8220;â€¦ Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya.&#8221; Dengan kata lain,  Allah dalam ayat ini menyatakan bahwa Dia memberikan kepada setiap langit tugas  atau fungsinya masing-masing. Sebagaimana dapat dipahami, tiap-tiap lapisan  atmosfir ini memiliki fungsi penting yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia  dan seluruh makhluk hidup lain di Bumi. Setiap lapisan memiliki fungsi khusus,  dari pembentukan hujan hingga perlindungan terhadap radiasi sinar-sinar  berbahaya; dari pemantulan gelombang radio hingga perlindungan terhadap dampak  meteor yang berbahaya.</p>
<p>Salah satu fungsi ini, misalnya, dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah  sebagaimana berikut:</p>
<p>Atmosfir bumi memiliki 7 lapisan. Lapisan terendah dinamakan troposfir.  Hujan, salju, dan angin hanya terjadi pada troposfir.<br />
<span class="anasayfa">(http://muttley.ucdavis.edu/Book/Atmosphere/beginner/layers-01.html)  </span></p>
<p>Adalah sebuah keajaiban besar bahwa fakta-fakta ini, yang tak mungkin  ditemukan tanpa teknologi canggih abad ke-20, secara jelas dinyatakan oleh Al  Qurâ€™an 1.400 tahun yang lalu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/lapisan-lapisan-atmosfer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Langit yang Mengembalikan</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/langit-yang-mengembalikan/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/langit-yang-mengembalikan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 16:31:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/09/langit-yang-mengembalikan/</guid>
		<description><![CDATA[Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur&#8217;an, mengacu pada fungsi &#8220;mengembalikan&#8221; yang dimiliki langit. &#8220;Demi langit yang mengandung hujan.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 86:11) Kata yang ditafsirkan sebagai &#8220;mengandung hujan&#8221; dalam terjemahan Al Qur&#8217;an ini juga bermakna &#8220;mengirim kembali&#8221; atau &#8220;mengembalikan&#8221;. Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td height="433" valign="top" width="11%"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/geri_gok_ind.jpg" align="left" height="99" width="150" /></p>
<p>Ayat ke-11 dari Surat Ath Thaariq dalam Al Qur&#8217;an, mengacu                    pada fungsi &#8220;mengembalikan&#8221; yang dimiliki langit.</p>
<p class="ayet">&#8220;Demi langit yang mengandung hujan.&#8221; (Al Qur&#8217;an,                    86:11)</p>
<p>Kata yang ditafsirkan sebagai &#8220;mengandung hujan&#8221; dalam terjemahan                    Al Qur&#8217;an ini juga bermakna &#8220;mengirim kembali&#8221; atau &#8220;mengembalikan&#8221;.</p>
<p>Sebagaimana diketahui, atmosfir yang melingkupi bumi terdiri                    dari sejumlah lapisan. Setiap lapisan memiliki peran penting                    bagi kehidupan. Penelitian mengungkapkan bahwa lapisan-lapisan                    ini memiliki fungsi mengembalikan benda-benda atau sinar yang                    mereka terima ke ruang angkasa atau ke arah bawah, yakni ke                    bumi. Sekarang, marilah kita cermati sejumlah contoh fungsi                    &#8220;pengembalian&#8221; dari lapisan-lapisan yang mengelilingi bumi tersebut.</p>
<p>Lapisan Troposfir, 13 hingga 15 km di atas permukaan bumi,                    memungkinkan uap air yang naik dari permukaan bumi menjadi terkumpul                    hingga jenuh dan turun kembali ke bumi sebagai hujan.</p>
<p>Lapisan ozon, pada ketinggian 25 km, memantulkan radiasi berbahaya                    dan sinar ultraviolet yang datang dari ruang angkasa dan mengembalikan                    keduanya ke ruang angkasa.</p>
<p>Ionosfir, memantulkan kembali pancaran gelombang radio dari                    bumi ke berbagai belahan bumi lainnya, persis seperti satelit                    komunikasi pasif, sehingga memungkinkan komunikasi tanpa kabel,                    pemancaran siaran radio dan televisi pada jarak yang cukup jauh.</p>
<p>Lapisan magnet memantulkan kembali partikel-partikel radioaktif                    berbahaya yang dipancarkan Matahari dan bintang-bintang lainnya                    ke ruang angkasa sebelum sampai ke Bumi.</p>
<p>Sifat lapisan-lapisan langit yang hanya dapat ditemukan secara                    ilmiah di masa kini tersebut, telah dinyatakan berabad-abad                    lalu dalam Al Qur&#8217;an. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Al Qur&#8217;an                    adalah firman Allah.</td>
</tr>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/langit-yang-mengembalikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atap yang Terpelihara</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/atap-yang-terpelihara/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/atap-yang-terpelihara/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 16:26:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/09/atap-yang-terpelihara/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar ini memperlihatkan sejumlah meteor yang hendak menumbuk bumi. Benda-benda langit yang berlalu lalang di ruang angkasa dapat menjadi ancaman serius bagi Bumi. Tapi Allah, Pencipta Maha Sempurna, telah menjadikan atmosfir sebagai atap yang melindungi bumi. Berkat pelindung istimewa ini, kebanyakan meteorid tidak mampu menghantam bumi karena terlanjur hancur berkeping-keping ketika masih berada di atmosfir.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td height="433" valign="top" width="11%">
<table align="left" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="176">
<tr>
<td height="255">
<p align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/g_kta_ind.jpg" height="124" width="175" /><br />
<span class="resimalti">Gambar ini memperlihatkan sejumlah meteor yang hendak menumbuk bumi. Benda-benda  	langit yang berlalu lalang di ruang angkasa dapat menjadi ancaman serius bagi Bumi. Tapi Allah, Pencipta  	Maha Sempurna, telah menjadikan atmosfir sebagai atap yang melindungi bumi. Berkat pelindung istimewa  	ini, kebanyakan meteorid tidak mampu menghantam bumi karena terlanjur hancur berkeping-keping ketika  	masih berada di atmosfir.  	</span></td>
</tr>
</table>
<p>Dalam Al Qur&#8217;an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada sifat yang sangat menarik tentang langit:</p>
<p><span class="ayet">&#8220;Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka  	berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya.&#8221;  		(Al Qur&#8217;an, 21:32)</span></p>
<p>Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.</p>
<p>Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan.  	Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi,  	atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.</p>
<p>Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan.  	Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan  	berguna, &#8211; seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio.  	Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya  	sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi  	kelangsungan seluruh makhluk hidup.             	 Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon  	atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.</p>
<table align="right" border="0" cellpadding="4" cellspacing="0" width="176">
<tr>
<td height="255">
<p align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/Gktaukuratl_ind.jpg" height="110" width="175" /><br />
<span class="resimalti">Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang  	fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya  	bumi ini jika atmosfir tidak ada. Foto di atas adalah kawah raksasa yang terbentuk akibat hantaman sebuah  	meteor yang jatuh di Arizona, Amerika Serikat. Jika atmosfir tidak ada, jutaan meteorid akan jatuh ke Bumi,  	sehingga menjadikannya tempat yang tak dapat dihuni. Namun, fungsi pelindung dari atmosfir memungkinkan  	makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya dengan aman. Ini sudah pasti perlindungan yang Allah  	berikan bagi manusia, dan sebuah keajaiban yang dinyatakan dalam Al Qur&#8217;an.  	</span></td>
</tr>
</table>
<p>Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini.  	Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai  	sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.</p>
<p>Tidak hanya atmosfir yang melindungi bumi dari pengaruh berbahaya. Selain atmosfir, Sabuk  	Van Allen, suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan  	sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- 	menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup.  	Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang  	terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.</p>
<p>Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:</p>
<p>Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi  	yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang  	besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi  	dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan  	mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki  	medan magnet adalah Merkurius &#8211; tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi.  	Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini  	merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi.  	<span class="anasayfa">(http://www.jps.net/bygrace/index. html              Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons              To Believe, Pasadena, CA.)</span></p>
<p>Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini,  	terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima.  	Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak  	tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba  	hingga mencapai 2.500 derajat celcius.</p>
<p>Singkatnya, sebuah sistem sempurna sedang bekerja jauh tinggi di atas bumi. 	Ia melingkupi bumi kita dan melindunginya dari berbagai ancaman dari luar angkasa.              	Para ilmuwan baru mengetahuinya sekarang, sementara berabad-abad lampau, kita  	telah diberitahu dalam Al Qur&#8217;an tentang atmosfir bumi yang berfungsi sebagai lapisan  	pelindung.</p>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td width="34%">
<p align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/gnenhist_ind.jpg" height="130" width="137" /></p>
</td>
<td width="30%">
<p align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/gdnya270_ind.jpg" height="130" width="146" /></p>
</td>
<td width="36%">
<p align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/gvanallen_ind.jpg" height="130" width="200" /></p>
</td>
</tr>
</table>
<table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" height="8" width="100%">
<tr>
<td class="resimalti" height="17" valign="top">Energi yang dipancarkan oleh sebuah letusan pada Matahari sungguh amat dahsyat sehingga  	sulit dibayangkan akal manusia: Letusan tunggal pada matahari setara dengan ledakan 100 juta  	bom atom yang pernah dijatuhkan di Hiroshima. Bumi terlindungi dari pengaruh merusak akibat  	pancaran energi ini.</td>
<td class="resimalti" height="17" valign="top">The magnetosphere                    layer, formed by the magnetic field of the Earth, serves as a                    shield protecting the earth from celestial bodies, harmful                    cosmic rays and particles. In the above picture, this                    magnetosphere layer, which is also named Van Allen Belts, is                    seen. These belts at thousands of kilometres above the earth                    protect the living things on the Earth from the fatal energy                    that would otherwise reach it from space.</td>
</tr>
</table>
</td>
</tr>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/atap-yang-terpelihara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bentuk Bulat Planet Bumi</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/bentuk-bulat-planet-bumi/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/bentuk-bulat-planet-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 16:19:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/09/bentuk-bulat-planet-bumi/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam&#8230;&#8221; (Al Qur&#8217;an, 39:5) Dalam Al Qur&#8217;an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai &#8220;menutupkan&#8221; dalam ayat di atas adalah &#8220;takwir&#8221;. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong></strong></p>
<table border="0" cellpadding="5" cellspacing="0" width="100%">
<tr>
<td height="433" valign="top" width="11%"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/earth_ind.jpg" align="left" height="146" width="150" /> <span class="ayet">&#8220;Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam  	atas siang dan menutupkan siang atas malam&#8230;&#8221; (Al Qur&#8217;an, 39:5) </span>Dalam Al Qur&#8217;an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting.  	Kata Arab yang diterjemahkan sebagai &#8220;menutupkan&#8221; dalam ayat di atas adalah &#8220;takwir&#8221;. Dalam kamus bahasa  	Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas  	yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.</p>
<p>Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain  	berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat.  	Ini berarti bahwa dalam Al Qur&#8217;an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk  	planet bumi yang bulat.</p>
<p>Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi  	diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan  	ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur&#8217;an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir.  	Oleh karena Al Qur&#8217;an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam  	ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya.</td>
</tr>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/bentuk-bulat-planet-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garis Edar</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/garis-edar/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/garis-edar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 16:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/09/garis-edar/</guid>
		<description><![CDATA[Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur&#8217;an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.&#8220;Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:33) Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/yrngegez_ind.jpg" align="left" height="200" width="150" />Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di                    dalam Al Qur&#8217;an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam                    orbit atau garis edar tertentu.<span class="ayet">&#8220;Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan                    siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar                    di dalam garis edarnya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 21:33)</span><span class="ayet"></span></p>
<p>Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah                    diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:</p>
<p class="ayet">&#8220;Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah                    ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.&#8221; (Al Qur&#8217;an,                    36:38)</p>
<p>Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur&#8217;an ini telah ditemukan                    melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan                    para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar                    biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega                    dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti                    matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam                    sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem                    gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya,                    semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa                    yang terencana.</p>
<table align="right" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="185">
<tr>
<td height="133">
<p align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/Halleyyrnge_ind.jpg" height="125" width="180" /><br />
<span class="resimalti">Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet                            Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak                            mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan.                            Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti                            garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda                            langit lainnya. </span></td>
</tr>
</table>
<p>Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis                    edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur&#8217;an sebagai berikut:</p>
<p class="ayet">&#8220;Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.&#8221; (Al Qur&#8217;an,                    51:7)</p>
<p>Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing                    terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang                    ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai                    bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran                    yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun,                    masing-masing seolah &#8220;berenang&#8221; sepanjang garis edarnya dalam                    keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang                    lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang                    garis edar yang ditetapkan baginya.</p>
<table align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="216">
<tr>
<td height="133">
<p align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/halley_ind.jpg" align="left" height="128" width="100" /><span class="resimalti">Semua benda langit termasuk planet, satelit                            yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi,                            memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing.                            Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan                            yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan                            memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta                            seluruh sekalian alam. </span></p>
</td>
</tr>
</table>
<p>Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda                    angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa                    dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama                    pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong                    lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan,                    telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain                    tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.</p>
<p>Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur&#8217;an diturunkan, manusia                    tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih                    untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak                    pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya,                    saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa                    ruang angkasa &#8220;dipenuhi lintasan dan garis edar&#8221; sebagaimana                    dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan                    secara terbuka kepada kita dalam Al Qur&#8217;an yang diturunkan pada                    saat itu: karena Al Qur&#8217;an adalah firman Allah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/garis-edar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemisahan Langit dan Bumi</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/pemisahan-langit-dan-bumi/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/pemisahan-langit-dan-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 16:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/09/pemisahan-langit-dan-bumi/</guid>
		<description><![CDATA[Gambar ini menampakkan peristiwa Big Bang, yang sekali lagi mengungkapkan bahwa Allah telah menciptakan jagat raya dari ketiadaan. Big Bang adalah teori yang telah dibuktikan secara ilmiah. Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya, namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah. Satu ayat lagi tentang]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/bigbang_ind.jpg" height="195" width="150" /><br />
<span class="resimalti"><br />
Gambar ini menampakkan peristiwa Big Bang, yang sekali lagi mengungkapkan bahwa Allah telah  	menciptakan jagat raya dari ketiadaan. Big Bang adalah teori yang telah dibuktikan secara ilmiah.  	Meskipun sejumlah ilmuwan berusaha mengemukakan sejumlah teori tandingan guna menentangnya,  	namun bukti-bukti ilmiah malah menjadikan teori Big Bang diterima secara penuh oleh masyarakat ilmiah.                </span></p>
<p>Satu ayat lagi tentang penciptaan langit adalah sebagaimana berikut:</p>
<p class="ayet">&#8220;Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan  	bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya.  	Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?&#8221;  	(Al Qur&#8217;an, 21:30)</p>
<p>Kata &#8220;ratq&#8221; yang di sini diterjemahkan sebagai &#8220;suatu yang padu&#8221; digunakan untuk merujuk pada  	dua zat berbeda yang membentuk suatu kesatuan. Ungkapan &#8220;Kami pisahkan antara keduanya&#8221;  	adalah terjemahan kata Arab &#8220;fataqa&#8221;, dan bermakna bahwa sesuatu muncul menjadi ada melalui  	peristiwa pemisahan atau pemecahan struktur dari &#8220;ratq&#8221;. Perkecambahan biji dan munculnya tunas  	dari dalam tanah adalah salah satu peristiwa yang diungkapkan dengan menggunakan kata ini.</p>
<p>Marilah kita kaji ayat ini kembali berdasarkan pengetahuan ini. Dalam ayat tersebut, langit dan bumi  	adalah subyek dari kata sifat &#8220;fatq&#8221;. Keduanya lalu terpisah (&#8220;fataqa&#8221;) satu sama lain. Menariknya,  	ketika mengingat kembali tahap-tahap awal peristiwa Big Bang, kita pahami bahwa satu titik tunggal  	berisi seluruh materi di alam semesta. Dengan kata lain, segala sesuatu, termasuk &#8220;langit dan bumi&#8221;  	yang saat itu belumlah diciptakan, juga terkandung dalam titik tunggal yang masih berada pada  	keadaan &#8220;ratq&#8221; ini. Titik tunggal ini meledak sangat dahsyat, sehingga menyebabkan materi-materi  	yang dikandungnya untuk &#8220;fataqa&#8221; (terpisah), dan dalam rangkaian peristiwa tersebut, bangunan  	dan tatanan keseluruhan alam semesta terbentuk.</p>
<p>Ketika kita bandingkan penjelasan ayat tersebut dengan berbagai penemuan ilmiah, akan kita pahami  	bahwa keduanya benar-benar bersesuaian satu sama lain. Yang sungguh menarik lagi, penemuan-penemuan  	ini belumlah terjadi sebelum abad ke-20.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/pemisahan-langit-dan-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengembangnya Alam Semesta</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/mengembangnya-alam-semesta/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/mengembangnya-alam-semesta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 16:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/09/mengembangnya-alam-semesta/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Al Qur&#8217;an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini: &#8220;Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 51:47) Kata &#8220;langit&#8221;, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur&#8217;an dengan makna luar angkasa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Al Qur&#8217;an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu                    astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan                    sebagaimana berikut ini:</p>
<p class="ayet">&#8220;Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami)                    dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.&#8221; (Al Qur&#8217;an,                    51:47)</p>
<p>Kata &#8220;langit&#8221;, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan                    di banyak tempat dalam Al Qur&#8217;an dengan makna luar angkasa dan                    alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan                    arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur&#8217;an dikatakan bahwa                    alam semesta &#8220;mengalami perluasan atau mengembang&#8221;. Dan inilah                    yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.</p>
<table align="right" border="0" bordercolor="#000000" cellpadding="4" cellspacing="0" width="152">
<tr valign="top">
<td>
<p align="center"><img src="http://www.keajaibanalquran.com/files/genlemes_ind.jpg" height="153" width="150" /><br />
<span class="resimalti"><br />
Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah                            mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha                            dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya                            alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.                            </span></td>
</tr>
</table>
<p>Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya                    diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta                    bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan.                    Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan                    dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya                    memiliki permulaan, dan ia terus-menerus &#8220;mengembang&#8221;.</p>
<p>Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann,                    dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis                    menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak                    dan mengembang.</p>
<p>Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan                    pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin                    Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang                    dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta,                    di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama                    lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus &#8220;mengembang&#8221;.                    Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh                    fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan                    dalam Al Qur&#8217;an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini                    dikarenakan Al Qur&#8217;an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan                    Pengatur keseluruhan alam semesta</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/mengembangnya-alam-semesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penciptaan Alam Semesta</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/penciptaan-alam-semesta/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/penciptaan-alam-semesta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 15:58:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/09/penciptaan-alam-semesta/</guid>
		<description><![CDATA[Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur&#8217;an pada ayat berikut: &#8220;Dialah pencipta langit dan bumi.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 6:101) Keterangan yang diberikan Al Qur&#8217;an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asal mula alam semesta digambarkan dalam Al Qur&#8217;an  	pada ayat berikut:</p>
<p class="ayet">&#8220;Dialah pencipta langit dan bumi.&#8221;              (Al Qur&#8217;an, 6:101)</p>
<p>Keterangan yang diberikan Al Qur&#8217;an ini bersesuaian penuh dengan penemuan ilmu 	 	pengetahuan masa kini. Kesimpulan yang didapat astrofisika saat ini adalah bahwa keseluruhan 	 	alam semesta, beserta dimensi materi dan waktu, muncul menjadi ada sebagai hasil dari suatu 	 	ledakan raksasa yang tejadi dalam sekejap. Peristiwa ini, yang dikenal dengan &#8220;Big Bang&#8221;, 	 	membentuk keseluruhan alam semesta sekitar 15 milyar tahun lalu. Jagat raya tercipta dari suatu 	 	ketiadaan sebagai hasil dari ledakan satu titik tunggal. Kalangan ilmuwan modern menyetujui bahwa  	Big Bang merupakan satu-satunya penjelasan masuk akal dan yang dapat dibuktikan mengenai asal  	mula alam semesta dan bagaimana alam semesta muncul menjadi ada.</p>
<p>Sebelum Big Bang, tak ada yang disebut sebagai materi. Dari kondisi  	ketiadaan, di mana materi, energi, bahkan waktu belumlah ada, dan yang  	hanya mampu diartikan secara metafisik, terciptalah materi, energi, dan waktu.  	Fakta ini, yang baru saja ditemukan ahli fisika modern, diberitakan kepada kita  	dalam Al Qur&#8217;an 1.400 tahun lalu.</p>
<p>Sensor sangat peka pada satelit ruang angkasa COBE yang diluncurkan NASA pada tahun 1992  	berhasil menangkap sisa-sisa radiasi ledakan Big Bang. Penemuan ini merupakan bukti terjadinya  	peristiwa Big Bang, yang merupakan penjelasan ilmiah bagi fakta bahwa alam semesta diciptakan  	dari ketiadaan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/penciptaan-alam-semesta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Relativitas Waktu</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/relativitas-waktu/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/relativitas-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 15:51:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/09/relativitas-waktu/</guid>
		<description><![CDATA[Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein, secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kini, relativitas waktu adalah fakta yang terbukti secara ilmiah. Hal ini telah diungkapkan melalui teori relativitas  	waktu Einstein di tahun-tahun awal abad ke-20. Sebelumnya, manusia belumlah mengetahui bahwa waktu adalah  	sebuah konsep yang relatif, dan waktu dapat berubah tergantung keadaannya. Ilmuwan besar, Albert Einstein,  	secara terbuka membuktikan fakta ini dengan teori relativitas. Ia menjelaskan bahwa waktu ditentukan oleh massa  	dan kecepatan. Dalam sejarah manusia, tak seorang pun mampu mengungkapkan fakta ini dengan jelas sebelumnya.Tapi ada perkecualian; Al Qur&#8217;an telah berisi informasi tentang waktu yang bersifat relatif! Sejumlah ayat yang  	mengulas hal ini berbunyi:</p>
<p><span class="ayet"> 	&#8220;Dan mereka meminta kepadamu agar azab itu disegerakan, padahal Allah sekali-kali tidak akan  	menyalahi janji-Nya. Sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu menurut perhitunganmu.&#8221;  	(Al Qur&#8217;an, 22:47) 	</span></p>
<p><span class="ayet"> 	&#8220;Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari  	yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.&#8221;  	(Al Qur&#8217;an, 32:5) 	</span></p>
<p><span class="ayet"> 	&#8220;Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.&#8221; 	 (Al Qur&#8217;an, 70:4) 	</span></p>
<p>Dalam sejumlah ayat disebutkan bahwa manusia merasakan waktu secara berbeda, dan bahwa  	terkadang manusia dapat merasakan waktu sangat singkat sebagai sesuatu yang lama:</p>
<p class="ayet">&#8220;Allah bertanya: &#8216;Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?&#8217; Mereka menjawab: &#8216;Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.&#8217; Allah berfirman: &#8216;Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui&#8217;.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 23:122-114)</p>
<p>Fakta bahwa relativitas waktu disebutkan dengan sangat jelas dalam Al Qur&#8217;an, yang mulai diturunkan  	pada tahun 610 M, adalah bukti lain bahwa Al Qur&#8217;an adalah Kitab Suci.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/relativitas-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penciptaan yang Berpasang-Pasangan</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2008/02/penciptaan-yang-berpasang-pasangan/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2008/02/penciptaan-yang-berpasang-pasangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Feb 2008 15:47:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Islami]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al-Qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/index.php/2008/02/09/penciptaan-yang-berpasang-pasangan/</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 36:36)Meskipun gagasan tentang &#8220;pasangan&#8221; umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan &#8220;maupun dari apa yang tidak mereka ketahui&#8221; dalam ayat di atas memiliki cakupan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik  	dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka  	ketahui.&#8221; (Al Qur&#8217;an, 36:36)Meskipun gagasan tentang &#8220;pasangan&#8221; umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan  	dan betina, ungkapan &#8220;maupun dari apa yang tidak mereka ketahui&#8221; dalam ayat di atas memiliki  	cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan  	Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi  	Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut &#8220;paritÃ©&#8221;, menyatakan  	bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang  	berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif,  	dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:</p>
<p>&#8220;â€¦setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan â€¦ â€¦ dan hubungan ketidakpastian  	mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam  	vakum di setiap saat, di setiap tempat.&#8221;</p>
<p>Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor  	melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian &#8220;dikirim ke bumi&#8221;, persis sebagaimana  	dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7,  	di saat Al Qur&#8217;an diturunkan.  	<span class="anasayfa">(http://www.2think.org/nothingness.html, Henning Genz              â€“ Nothingness: The Science of Empty Space, s. 205)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2008/02/penciptaan-yang-berpasang-pasangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
