<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Apriza.NET &#187; Sistem Informasi</title>
	<atom:link href="http://www.apriza.net/blog/category/sistem-informasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.apriza.net/blog</link>
	<description>Behind the code..??</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Dec 2010 15:13:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Mengintip peluang bisnis di era komputer tablet.</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2010/10/mengintip-peluang-bisnis-di-era-komputer-tablet/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2010/10/mengintip-peluang-bisnis-di-era-komputer-tablet/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Oct 2010 10:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/?p=138</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sudah tidak aneh bagi kita semua menggunakan perangkat pc (Personal Komputer) atupun Notebook. Perangkat-perangkat ini sering sekali digunakan dalam keseharian bekerja, belajar, games, hingga browsing. Jika dilihat dari kegunaannya, perangkat PC banyak digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan perangkat office dalam pemanfaatannya dilingkungan kerja, termasuk didalamnya komputerisasi pekerjaan menggunakan program-program perkantoran hingga pemanfaatan ERP [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sudah tidak aneh bagi kita semua menggunakan perangkat pc (Personal Komputer) atupun Notebook. Perangkat-perangkat ini sering sekali digunakan dalam keseharian bekerja, belajar, games, hingga browsing.</p>
<p>Jika dilihat dari kegunaannya, perangkat PC banyak digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan perangkat office dalam pemanfaatannya dilingkungan kerja, termasuk didalamnya komputerisasi pekerjaan menggunakan program-program perkantoran hingga pemanfaatan ERP (Enterprise Resource Planning). Bagi pekerja yang memiliki mobilitas tinggi, terdapat pula Notebook/Laptop sebagai perangkat komputer mobile.</p>
<p>Seiring dengan perkembangan perangkat jaringan yang berkembang saat ini, sistem komputerisasi memungkinkan menghubungkan berbagai perangkat komputer untuk berkomunikasi satu sama lainnya. Maka muncullah banyak program yang bekerja berbasiskan jaringan. Mulai dari 1-tire, 2-tier, 3-tier hingga n-tier. Saat ini adalah jaman dimana semua informasi dapat diperoleh dari satu tempat tanpa harus berada dilokasi dimana informasi itu dibuat atau terjadi.</p>
<p><strong>Lalu dimanakah peran tablet saat PC dan Notebook memiliki peran keseluruhan akan aktifitas keseharian kita?<span id="more-138"></span></strong></p>
<p>Komputer tablet, adalah perangkat yang mampu mengisi kekosongan kebutuhan antara PC dan Notebook. Katakan saja Anda seorang manager, dimana tingkat mobilitas anda tinggi, dan memiliki serangkaian kegiatan mulai dari perencanaan, pengorganisasian tugas, pelaksanaan hingga pemeriksaan. Adalah mungkin Anda melakukan keseluruhan pekerjaan, kembali ke Notebook/pc Anda dan membuat laporan setelah seluruh pekerjaan Anda selesai. Pertanyaannya adalah, berapa banyak waktu Anda yang tersita untuk membuat laporan seusai pekerjaan rutin Anda?</p>
<p>Disinilah peran komputer tablet, Anda dapat berada dimanapun, kapanpun, dan posisi tubuh apapun, Anda tetap dapat menggunakan tablet. Berbeda dengan PC dan Notebook, dimana Anda harus berada diam disuatu tempat untuk menggunakannya&#8230; Tablet, dapat Anda gunakan meski sambil berdiri maupun berjalan.</p>
<p>Perusahaan perlu melihat kebutuhan akan aplikasi komputer tablet sebuah efektifitas kerja dalam sebuah ERP di perusahaan. Bayangkan semua pekerjaan, dari perencanaan hingga proses pelaporan dapat dilakukan pada perangkat itu.</p>
<p>Berikut beberapa pemanfaatan yang mungkin dilakukan pada perusahaan:</p>
<ol>
<li>Alat bantu manajemen melihat perkembangan perusahaan seperti laporan dan proyeksi-proyeksi perkembangan perusahaan.</li>
<li>Media Stock opname hingga pengecekan dan pemeriksaan yang menggunakan checklist di pergudangan maupun QC pada lini produksi maupun pengecekan kualitas produk.</li>
<li>Media pencatat atau pengingat, baik berupa note hasil meeting ataupun sekedar coret-coretan.</li>
<li>Dokumentasi standarisasi kerja dan prosedur didalamnya yang dapat digunakan sebagai acuan dilapangan saat keadaan dimana waktu sangat sempit.</li>
<li>Tool HRD dalam melihat orang saat interview, dan langsung terintegrasi dengan sistem HRD perusahaan.</li>
</ol>
<p>Contoh lain yang dapat dikembangkan:</p>
<ul>
<li>Dapat digunakan sebagai pembaca e-book, journal, hingga berbayar/sewa untuk sumber informasi tertentu.</li>
<li>Pembuatan online news yang mensupport tablet.</li>
<li>Cocok untuk aplikasi-aplikasi berbasis cloud computing.</li>
<li>Aplikasi untuk tempat parkir di mall-mall. Dimana tukang parkir dapat mengatur keluar masuk kendaraan menggunakan perangkat mobile.</li>
</ul>
<p>Gambaran diatas hanyalah sedikit dari hal yang mampu dilakukan oleh komputer tablet. Hadirnya teknologi baru akan membuka peluang baru juga. Ditenggarai oleh Apple Tablet, berbagai vendor perangkat teknologi informasi berlomba-lomba untuk mengembangkan perangkat dengan fungsi sejenis. Tak kalah serius juga, vendor-vendor komputer dan smartphone turun diarena baru ini dengan mengadopsi berbagai jenis Operating System didalamnya. Bila banyak vendor turun untuk produksi di segment tablet, bearti banyak peluang juga yang vendor-vendor tersebut prediksi. Mungkin nantinya semua aplikasi-aplikasi web akan dibuat untuk versi tabletnya. Masa depan memiliki kemungkinan yang tidak terbatas.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2010/10/mengintip-peluang-bisnis-di-era-komputer-tablet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengaruh Teknologi Informasi terhadap organisasi, individu dan peforma kerja, komunitas dan masyarakat</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2010/07/pengaruh-teknologi-informasi-terhadap-organisasi-hubungan-antar-individu-dan-peforma-kerjanya-komunitas-dan-masyarakat-umum-berikan-contoh-kasus-yang-dapat-menggambarkan-hal-tersebut/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2010/07/pengaruh-teknologi-informasi-terhadap-organisasi-hubungan-antar-individu-dan-peforma-kerjanya-komunitas-dan-masyarakat-umum-berikan-contoh-kasus-yang-dapat-menggambarkan-hal-tersebut/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 08:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Enterprise Information System]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/?p=128</guid>
		<description><![CDATA[]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><iframe src="https://docs.google.com/document/pub?id=1RnmWnXmxBSMbzSfuHqnim42GcLJoOhHSE2qIQLlFHvQ&amp;embedded=true" width="100%" height="500"></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2010/07/pengaruh-teknologi-informasi-terhadap-organisasi-hubungan-antar-individu-dan-peforma-kerjanya-komunitas-dan-masyarakat-umum-berikan-contoh-kasus-yang-dapat-menggambarkan-hal-tersebut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Level Management</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2010/05/level-management/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2010/05/level-management/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 11:28:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[Lower Management (Supervisory Management) Tingkat terbesar manajemen, manajemen tingkat bawah (operasional), sebagian besar transaksi manghasilkan keputusan untuk kerangka waktu yang relatif sempit. Manajemen tingkat bawah, disebut juga pengawas manajemen, kenyataannya rencana manajemen menengah dan pengendalian operasi harian- kegiatan sehari-hari tetap sama dengan organisasi. Contoh dari manajer tingkat bawah adalah manajer gudang yang bertanggung jawab atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Lower Management (Supervisory Management)</strong></p>
<p>Tingkat terbesar manajemen, manajemen tingkat bawah (operasional), sebagian besar transaksi manghasilkan keputusan untuk kerangka waktu yang relatif sempit. Manajemen tingkat bawah, disebut juga pengawas manajemen, kenyataannya rencana manajemen menengah dan pengendalian operasi harian- kegiatan sehari-hari tetap sama dengan organisasi. Contoh dari manajer tingkat bawah adalah manajer gudang yang bertanggung jawab atas persediaan bahan perlengkapan dan manajer bertanggung jawab untuk melihat bahwa semua bahan yang diperlukan manufaktur, mencukupi untuk memenuhi kebutuhan produksi.</p>
<p>Sebagian besar keputusan pada tingkat ini memerlukan informasi yang mudah didefinisikan tentang kondisi saat ini dan aktivitas dalam fungsi-fungsi bisnis dasar, misalnya, informasi diperlukan untuk memutuskan apakah akan mengisi kembali persediaan. Informasi ini umumnya diberikan dalam laporan rinci yang berisi informasi spesifik tentang kegiatan rutin. Ini adalah laporan terstruktur, sehingga bentuknya biasanya dapat ditentukan sebelumnya. Bisnis harian pengoperasian data sudah tersedia, dan perosesnya dapat dengan mudah terkomputerisasi. Manajer di tingkat ini biasanya membuat keputusan terstruktur. Sebuah keputusan terstruktur adalah keputusan yang dapat diprediksi yang dapat dibuat dengan mengikuti serangkaian definisi yang baik yang telah ditentukan, prosedur rutin. Sebagai contoh, pada sebuah toko pakaian, keputusan manajer untuk menerima kartu kredit dalam pembayaran beberapa pakaian baru adalah keputusan yang terstruktur berdasarkan beberapa kriteria yang dapat didefinisikan dengan baik:</p>
<p>1. Apakah pelanggan memiliki identifikasi yang baik?</p>
<p>2. Apakah kartu masih berlaku atau kedaluwarsa?</p>
<p>3. Apakah kartu nomor 011 di toko adalah daftar kartu dicuri atau hilang?</p>
<p>4. Adalah jumlah pembelian di bawah batas kredit pemegang kartu?</p>
<p><strong>Middle Management (Tactical Decision ~ Deal with semistructured decision)</strong></p>
<p>Manajemen Tingkat menengah berkaitan dengan keputusan yang mencakup rentang waktu yang agak lebih luas dan melibatkan lebih banyak pengalaman. Yang tergolong dari manajer menengah adalah manajer pabrik, manajer divisi, manajer penjualan, manajer cabang, dan direktur personilis.</p>
<p>Informasi yang manajer menengah perlukan meliputi meninjau, meringkas dan menganalisis data historis untuk membantu merencanakan dan mengendalikan operasi dan melaksanakan kebijakan yang telah dirumuskan oleh manajemen atas. Suatu Informasi yang biasanya diberikan kepada manajer menengah ada dalam dua bentuk: (1) ringkasan laporan, yang menunjukkan total dan menjurus-misalnya, total penjualan oleh kantor, oleh produk, oleh tenaga penjualan, dan total keseluruhan penjualan-dan (2) laporan pengecualian, yang menunjukkan data di luar biasanya Misalnya, persediaan melaporkan hanya daftar barang itu yang jumlahnya kurang dari 10 di persedian. Laporan ini dapat dijadwalkan secara rutin (laporan periodik), permintaan berdasarkan perkasus ( laporan permintaan), atau hanya dihasilkan bila ada kondisi-kondisi tertentu (laporan awal acara).</p>
<p>Secara berkala Laporan diproduksi pada waktu yang ditentukan: harian, mingguan, bulanan, kuartalan, atau tahunan. Laporan-laporan ini biasanya termasuk laporan-laporan penggajian, laporan keadaan persediaan, laporan penjualan, laporan laba rugi, dan neraca. Laporan permintaan biasanya diminta oleh seorang manajer ketika informasi diperlukan untuk masalah tertentu. Sebagai contoh, jika seorang nasabah inginÂ  berhutang dengan biaya besar, seorang manajer dapat meminta laporan khusus atas pembayaran pelanggan dan sejarah lainnya. Laporan awal acara biasanya dijelaskan dengan perubahan kondisi yang butuh perhatian segera, seperti laporan persedian atau laporan pada kerusakan peralatan.</p>
<p>Manajer pada manajemen tingkat menengah sering disebut sebagai pengambil keputusan taktis yang umumnya berurusan dengan keputusan semistruktur. Sebuah keputusan semistruktur adalah keputusan yang mencakup beberapa prosedur terstruktur dan beberapa prosedur yang tidak tersetruktur prosedur yang telah ditetapkan. Dalam kebanyakan kasus, keputuan semistruktur adalahÂ  keputusan yang kompleks, yang memerlukan analisis terperinci dan perhitungan luas. Contoh keputusan semistruktur meliputi memutuskan berapa banyak unit produk spesifik harus disimpan dalam persediaan, apakah membeli sistem komputer yang lebih besar, dari sumber apakah untuk membeli komputer pribadi, dan apakah membeli sebuah sistem komputer mini Multiuser. Setidaknya beberapa kebutuhan informasi pada tingkat ini dapat dipenuhi melalui pengolahan database komputer.</p>
<p><strong>Top Management (CEO, COO, CFO, CIO)</strong></p>
<p>Manajemen tingkat atas berkaitan dengan keputusan yang paling luas cakupannya dan mencakup kerangka waktu paling luas.Â  Jenis manajer di tingkat ini adalah kepala kantor Executif (CEO), Kepala kantor pengolahan (COO), kepala kantor keuangan (CFO), bendahara, pengatur, kepala petugas informasi (CIO), Wakil Presiden eksekutif, dan pasangan atasan. Manajer tingkat atas hanya mencakup beberapa orang yang kuat yang bertanggung jawab atas empat fungsi dasar dari sebuah bisnis, marketing, akuntansi &amp; keuangan, produksi, dan penelitian &amp; pengembangan. Keputusan yang dibuat pada tingkat ini tidak bisa ditebak, jangka panjang, dan terkait dengan masa depan, bukan hanya masa lalu dan / atau kegiatan saat ini. Oleh karena itu, mereka menuntut yang paling pengalaman dan bisa menilai.</p>
<p>Sebuah perusahaan berbasis MIS harus dapat memberikan informasi kepada manajemen tingkat atas sebagai laporan berkala yang diperlukan, laporan awal acara, dan laporan permintaan. informasi harus dapat menunjukkan opersional perusahaan, dan departemen terkait dan berpengaruh satu sama lain. Keputusan besar yang dibuat pada tingkat ini cenderung diarahkan kepada (1) perencanaan strategis, sebagai contoh, bagaimana pertumbuhan harus dibiayai dan pasar baru mana yang harus ditangani pertama kali; (2) alokasi sumber daya, seperti memutuskan apakah akan membangun atau menyewa ruang kantor dan apakah akan menghabiskan lebih banyak uang pada iklan atau mempekerjakan staf baru, dan (3) perumusan kebijakan, seperti menentukan kebijaksanaa perusahaan, mempekerjakan sedikit dan menyediakan karyawan insentif. Manajer di tingkat ini sering disebut pengambil keputusan strategis. Contoh dari keputusan tidak terstruktur meliputi memutuskan tujuan lima tahun bagi perusahaan, mengevaluasi sumber keuangan masa depan, dan memutuskan bagaimana bereaksi terhadap tindakan pesaing.</p>
<p>Pada tingkat yangÂ  tertinggi manajemen, banyak data yang dibutuhkan untuk membuat keputusan datang dari luar organisasi (misalnya, informasi keuangan tentang pesaing lain).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2010/05/level-management/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Management Report</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2010/05/management-report/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2010/05/management-report/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 11:25:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengantar Sistem Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Schedule Report Jadwal laporan dihasilkan secara berkala, baik itu harian, mingguan ataupun bulanan, yang didistribusikan secara luas kepada pengguna. Angka penjualan bulanan Â dan berbagai informasi produk misalnya, akan memerlukan pelaporan rutin. Laporan mengandung banyak informasi, namun hanya beberapa yang relevan atau berguna. Penggunaan system informasi, dapat digunakan secara cepat pada proses ini, terutama menyangkut keadaan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Schedule Report</strong></p>
<p>Jadwal laporan dihasilkan secara berkala, baik itu harian, mingguan ataupun bulanan, yang didistribusikan secara luas kepada pengguna. Angka penjualan bulanan Â dan berbagai informasi produk misalnya, akan memerlukan pelaporan rutin. Laporan mengandung banyak informasi, namun hanya beberapa yang relevan atau berguna. Penggunaan system informasi, dapat digunakan secara cepat pada proses ini, terutama menyangkut keadaan saat itu. Namun perlu diingat, bebrapa manager lebih menyukai hard copy laporan, kecuali bila kecepatan sangat penting.</p>
<p><strong>On Demand Report</strong></p>
<p>Laporan berdasarkan permintaan, sifatnya tidak terjadwal, dan diproduksi berdasarkan permintaan. Laporan jenis ini muncul untuk jenis keadaan tertentu. Misalnya kebutuhan informasi untuk menaggapi keluhan pelanggan tertentu. Laporan jenis ini tidak teratur dan dapat dihasilkan dengan cepat. Keadaan ini tidak teduga sebelumnya.</p>
<p><strong>Exception Report</strong></p>
<p>Manajemen pengecualian memerlukan focus langsung pada situasi yang tidak terkendali. Laporan pengecualian adalah bagian dari fungsi control dalam suatu organisasi, perlunya sinyal tindakan korektif, Â seperti terlambatnya pengiriman material dari pemasok. Kesalahan pelaporan akan terjadi, seperti memo kenaikan tiba-tiba terhadap barang atau proses tertentu, hal ini akan masuk kedalam laporan pengecualian.</p>
<p><strong>Predictive Report</strong></p>
<p>Meramalkan masa depan sangatlah sulit, namun beberapa teknik seperti analisis deret waktu, korelasi dan regresi dan simulasi latihan, adalah metode yang dapat digunakan. Pelaporan secara efektif memenuhi kebutuhan untuk sensitifitas dan sangat penting bagi perencanaan. Â Analisis laba naik/turun terhadap peningkatan volume penjualan dengan biaya variable yang tetap akan menjadi contoh analisis sensitivitas yang khas bagi bisnis. Prediksi sering menggunakan data historis, data tersebut mudah diakses dari sumber data yang valid dan menghasilkan model prediksi atau menghasilkan laporan yang memiliki nilai kecil bagi manajemen.</p>
<p><strong>Summary Report</strong></p>
<p>Laporan jenis ini meringkas informasi dari berbagai sumber. Laporan mulai dari ringkasan eksekutif atau progress proyek, ringkasan laporan tentang masalah operasional tertentu, seperti tingkat produktifitas dan pemantauan proses-proses khusus. Ringkasan dipertukarkan antar tingkat organisasi, dan memainkan peran penting bagi proses komunikasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2010/05/management-report/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Klasifikasi Sistem Informasi</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2010/05/klasifikasi-sistem-informasi/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2010/05/klasifikasi-sistem-informasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 11:21:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengantar Sistem Informasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Transaction Processing System (TPS) Sistem informasi transaksiÂ  adalah system yang dirancang untuk pemrosesan transaksi sehari-hari. Hal ini memungkinkan berbagai transaksi tradisional digantikan oleh proses otomatis.Â  Transaksi jenis ini memiliki karakteristik, yaitu proses dalam dalam jumlah besar dan sifatnya rutin. Sistem ini cocok digunakan untuk system kasir, baik itu supermarket, perbengkelan ataupun sejenisnya.Â  System ini diimplementasikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Transaction Processing System (TPS)</strong></p>
<p>Sistem informasi transaksiÂ  adalah system yang dirancang untuk pemrosesan transaksi sehari-hari. Hal ini memungkinkan berbagai transaksi tradisional digantikan oleh proses otomatis.Â  Transaksi jenis ini memiliki karakteristik, yaitu proses dalam dalam jumlah besar dan sifatnya rutin.</p>
<p>Sistem ini cocok digunakan untuk system kasir, baik itu supermarket, perbengkelan ataupun sejenisnya.Â  System ini diimplementasikan untuk menggantikan system manual, dengan tujuan meningkatkan efisiensi transaksi, layanan pelanggan, dan mengurangi biaya transaksi. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, system ini tidak jarang dibikin online.</p>
<p><strong>Management Reporting System (MRS)</strong></p>
<p>Sistem manajemen pelaporan adalah system selanjutnya dari pengembangan TPS. Sistem iniÂ  dibuat karena kurang memuaskannya TPS dilihat dari sudut kepentingannnya bagi para pengambil keputusan. Komputer memiliki kemampuan penghitungan cepat , dengan fungsi-fungsi logis tertentu, maka dapat digunakan untuk menghasilkan informasi yang bearti bagi para pengambil keputusan (manajemen). Sistem Informasi pelaporan lahir atas dasar kepentingan ini, Yang selanjutnya sering disebut sebagai MRS.</p>
<p>MRS biasanya digunakan bersamaan dengan TPS. Sebagai contoh, sebuah transaksi penjualan dapat diproses dengan menggunakan sebuah TPS untuk mencatat penjualan dan informasi pelanggan. Â Sebuah MRS dapat lebih memproses data ini untuk menghasilkan laporan penjualan rata-rata harian atau pergerakan cepat barang.</p>
<p><strong>Decision Support System (DSS)</strong></p>
<p>Sistem pendukung keputusan (DSS) didesain untuk membantu manajer mengambil keputusan dengan meringkas atau membandingkan data dari sumber daya yang berbeda. Mereka cocok untuk masalah semi-terstruktur dan tidak terstruktur. Sistem pendukung keputusan sering memuat bahasa permintaan, kemampuan analisis statistik, lembaran-lembaran, dan grafis untuk membantu pengambil keputusan untuk mengevaluasi keputusan mereka. DSS adalah jenis MIS yang dikembangkan secara jelas untuk mendukung proses pengambilan keputusan. DSS memfasilitasi dialog antara pengguna, yang sedang mempertimbangkan alternatif solusi masalah, dan sistem, dengan membangun model dan mampu mengakses database. Tipe proses DSS melibatkan pengambilan sebuah model dari model pokok dan mengalokasikan data dari database.</p>
<p>Dengan model, pengguna dapat bertanya pertanyaan jika-maka dengan mengubah satu atau beberapa variabel sebagai input, dan kombinasi dari data dan model, menghasilkan rekomendasi<br />
dari DSS. Database dikelola oleh sistem manajemen database (DBMS), sedangkan model pokok dikelola oleh sistem manajemen basis model (MBMS). Beberapa DSS memungkinkan pengguna menciptakan evaluasi yang lebih baik.Â  Misalnya, wakil presiden pemasaran mungkin ingin mengetahui efek jaringan untuk keuntungan perusahaan jika anggaran iklan menurun. TPS dan MRS biasanya tidak menyediakan jenis informasi ini.</p>
<p><strong>Office Information System (OIS)</strong></p>
<p>Sistem informasi Kantor (OIS) dirancang untuk mendukung tugas-tugas kantor dengan teknologi informasi. Surat suara, sistem multimedia, surat elektronik, video conference, transfer file, dan bahkan keputusan kelompok dapat dicapai dengan sistem informasi kantor. Tujuan akhir OIS adalah untuk menciptakan lingkungan kantor di mana tidak perlu ada kertas yang digunakan (lingkungan tanpa kertas ).</p>
<p><strong>Executive Information System and Support (EISS)</strong></p>
<p>Sistem informasi eksekutif (EIS) dirancang untuk menghasilkan informasi yang cukup abstrak untuk menyajikan seluruh operasi perusahaan dalam versi yang disederhanakan untuk memuaskan manajemen senior. karakteristisnya, manajer senior menggunakan berbagai variasi sumber informasi informal, sehingga sistem komputerisasi informasi hanya mampu memberikan bantuan terbatas. Namun, CEO, wakil presiden senior dan eksekutif, dan dewan direksi juga perlu melacak kinerja perusahaan mereka dan dari berbagai unit, menilai lingkungan bisnis, dan mengembangkan<br />
arah strategis untuk masa depan perusahaan.</p>
<p>Secara khusus, para eksekutif ini membutuhkan keragaman besar informasi eksternal untuk membandingkan kinerja perusahaan mereka dalam kompetisi ini dan untuk menyelidiki kecenderungan umum ekonomi di banyak negara di mana perusahaan dapat melakukan bisnis. Oleh karena itu EIS dirancang untuk mengatasi kebutuhan informasi untukÂ  manajemen senior yang mungkin tidak terbiasa bekerja dengan sistem komputer. Suatu EIS juga menyediakan fitur yang memudahkan digunakan bagi para eksekutif. Suatu EIS menyediakan pengguna grafis berupa mouse atau mengorientasikan pada layar sentuh. EIS lebih memberatkan pada presentasi grafis baik dari pilihan menu dan data.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2010/05/klasifikasi-sistem-informasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>System Development Life Cycle (SLDC)</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2010/05/system-development-life-cycle-sldc/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2010/05/system-development-life-cycle-sldc/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 11:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Software Engineering]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[SDLC ialah serangkaian proses yang dilalui dalam pengembangan sistem dimulai dari tahap perencanaan, kemudian penyelidikan terhadap kebutuhan awal sistem (initial requirements) melalui analisa, dilanjutkan dengan perancangan, implementasi, dan pemeliharaan. Tahapan utama siklus pengembangan sistem terdiri dari : 1.Â Â  Perencanaan Sistem (Systems Planning) Lebih menekankan pada aspek studi kelayakan pengembangan sistemÂ  (feasibility study). Aktivitas-aktivitas yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SDLC ialah serangkaian proses yang dilalui dalam pengembangan sistem dimulai dari tahap perencanaan, kemudian penyelidikan terhadap kebutuhan awal sistem (<em>initial requirements</em>) melalui analisa, dilanjutkan dengan perancangan, implementasi, dan pemeliharaan.</p>
<p>Tahapan utama siklus pengembangan sistem terdiri dari :</p>
<p>1.Â Â  Perencanaan Sistem (<em>Systems Planning</em>)</p>
<p>Lebih menekankan pada aspek studi kelayakan pengembangan sistemÂ  (<em>feasibility study</em>). Aktivitas-aktivitas yang ada meliputi :</p>
<ul>
<li>Pembentukan dan konsolidasi tim pengembang.</li>
<li>Mendefinisikan tujuan dan ruang lingkup pengembangan.</li>
<li>Mengidentifikasi apakah masalah-masalah yang ada bisa diselesaikan melalui pengembangan sistem.</li>
<li>Menentukan dan evaluasi strategi yang akan digunakan dalam pengembangan sistem.</li>
<li>Penentuan prioritas teknologi dan pemilihan aplikasi.</li>
</ul>
<p>2.Â Â  Analisis Sistem (<em>Systems Analysis</em>)</p>
<p>Analisa sistem adalah tahap di mana dilakukan beberapa aktivitas berikut:</p>
<ul>
<li>Melakukan      studi literatur untuk menemukan suatu kasus yang bisa ditangani oleh      sistem.</li>
</ul>
<ul>
<li><em>Brainstorming</em> dalam tim pengembang mengenai kasus      mana yang paling tepat dimodelkan dengan sistem.</li>
</ul>
<ul>
<li>Mengklasifikasikan masalah, peluang, dan solusi yang mungkin diterapkan untuk kasus tersebut.</li>
<li>Analisa kebutuhan pada sistem dan membuat batasanÂ  sistem.</li>
<li>Mendefinisikan kebutuhan sistem.</li>
</ul>
<p>3.Â Â  Perancangan Sistem (<em>Systems Design</em>)</p>
<p>Pada tahap ini, features dan operasi-operasi pada sistem dideskripsikan secara detail. Aktivitas-aktivitas yang dilakukan adalah:</p>
<ul>
<li>Menganalisa interaksi obyek dan fungsi pada sistem.</li>
<li>Menganalisa data dan membuat skema <em>database</em>.</li>
<li>Merancang <em>user</em> <em>interface</em>.</li>
</ul>
<p>5.Â Â  Implementasi Sistem (<em>Systems Implementation</em>)</p>
<p>Tahap berikutnya adalah implementasi yaitu mengimplementasikan rancangan dari tahap-tahap sebelumnya dan melakukan uji coba.</p>
<p>Dalam implementasi, dilakukan aktivitas-aktivitas sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Pembuatan <em>database</em> sesuai skema rancangan.</li>
<li>Pembuatan aplikasi berdasarkan desain sistem.</li>
<li>Pengujian dan perbaikan aplikasi (<em>debugging</em>).</li>
</ul>
<p>6.Â Â  Pemeliharaan Sistem (<em>Systems Maintenance)</em></p>
<p>Dilakukan oleh admin yang ditunjuk untuk menjaga sistem tetap mampu beroperasi secara benar melalui kemampuan sistem dalam mengadaptasikan diri sesuai dengan kebutuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2010/05/system-development-life-cycle-sldc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>E-Commerce</title>
		<link>http://www.apriza.net/blog/2010/05/e-commerce/</link>
		<comments>http://www.apriza.net/blog/2010/05/e-commerce/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 11:11:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sistem Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Enterprise Information Technology]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.apriza.net/blog/?p=112</guid>
		<description><![CDATA[PENGERTIAN E-COMMERCE Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet. Sementara itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif, yaitu: Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau pembayaran melalui jaringan telepon, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENGERTIAN E-COMMERCE</strong></p>
<p>Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan jaringan komputer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet.</p>
<p>Sementara itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif, yaitu:</p>
<ol>
<li>Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lainnya;</li>
<li>Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi transaksi bisnis dan work flow;</li>
<li>Dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang; dan</li>
<li>Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.</li>
</ol>
<p>Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology (2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan komunikasi bisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melalui internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara promosi dan sebagainya.</p>
<p><strong>Jenis transaksi pada E â€“ Commerce</strong></p>
<p>Kegiatan E-Commerce mencakup banyak hal, untuk membedakannya E-Commerce dibedakan menjadi 2 berdasarkan karakteristiknya:</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Business to Business, karakteristiknya:</span></p>
<ul>
<li>Trading partners yang sudah saling mengetahui dan antara mereka sudah terjalin hubungan yang berlangsung cukup lama.</li>
<li>Pertukaran data dilakukan secara berulang-ulang dan berkala dengan format data yang telah disepakati bersama.</li>
<li>Salah satu pelaku tidak harus menunggu rekan mereka lainnya untuk mengirimkan data.</li>
<li>Model yang umum digunakan adalah peer to peer, di mana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline;">Business to Consumer, karakteristiknya:</span></p>
<ul>
<li>Terbuka untuk umum, di mana informasi disebarkan secra umum pula.</li>
<li>Servis yang digunakan juga bersifat umum, sehingga dapat digunakan oleh orang banyak.</li>
<li>Servis yang digunakan berdasarkan permintaan.</li>
<li>Sering dilakukan sistim pendekatan client-server. (Onno W. Purbo &amp; Aang Arif. W; Mengenal E-Commerce, hal 4-5)</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline;">Customer to Customer</span></p>
<p>Pihak perorangan menjual produk taupun jasa ke orang lain</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">Business to Employee</span></p>
<p>Suatu organisasi yang menggunakan e-commerce didalam internal organisasi tersebut untuk memberikan informasi dan jasa pada para pegawainya.</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">E-Government</span></p>
<p>Penggunaan teknologi internet dan e-commerce untuk memberikan layanan informasi mengenai layanan public kepada masyarakat (disebut sebagai G2C), atau rekan bisnis dan supplier (disebut government to business)</p>
<p><span style="text-decoration: underline;">M-Commerce (M-Commerce)</span></p>
<p>E-commerce digunakan menggunakan fasilitas wireless. Misal: penggunaan handphone untuk berbelanja melalui internet.</p>
<p><strong>Keuntungan E-commerce bagi organisasi</strong></p>
<ul>
<li>Memperluas pasar (marketplace) kepasar tingkat nasional dan internasional.</li>
<li>Menurunkan biaya pembuatan, pemprosesan, pendistribusian, penyimpanan, dan pencarian atau pengambilan informasiyang berbasiskan kertas.</li>
<li>Mengurangi biaya pergudangan atau penyediaan dan biaya overhead atau exploitasi melalui penerapan fasilitas SCM atau pull-type supply chain management.</li>
<li>Pull-type processing memungkinkan untuk menyesuaikan produk dan jasa sesuai dengan kebutuhan pelanggan sehingga dapat memberikan keuntungan yang kompetitif.</li>
<li>Mempercepat waktu antara pemodal hingga penerimaan produk dan jasa.</li>
<li>Memungkinkan perekayasaan ulang proses business (Business Process Reengineering)</li>
<li>Biaya telekomunikasi yang lebih murah. Biaya internet lebih murah daripada value added networks (VANs)<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong>Keuntungan E-commerce bagi konsumen</strong></p>
<ul>
<li>Memingkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lain selama 24 jam sehari, sepanjang tahun dari manapun.<strong> </strong></li>
<li>Menyediakan lebih banyak pilihan bagi konsumen.<strong> </strong></li>
<li>Menyediakan produk dan jasa yang lebih murah bagi konsumen dan memungkinkannya untuk berbelanja ke beberapa tempat dan mengadakan perbandingan dengan cepat.<strong> </strong></li>
<li>Memungkinkan pengiriman produk dan jasa dengan cepat (untuk banyak kasus) khususnya untuk produk terjitalisasi.<strong> </strong></li>
<li>Konsumen dapat menerima informasi yang relevan dan rinci dengan sangat cepat hanya beberapa detik, tidak dalam hitungan hari maupun minggu.<strong> </strong></li>
<li>Memungkinkan konsumen ikut berpartisipasi dalam proses pelelangan secara virtual.<strong> </strong></li>
<li>Memungkinkan konsumen untuk berinteraksi dengan konsumen lain dalam komunitas elektronik dan saling tukar gagasan dan tukar pengalaman.<strong> </strong></li>
<li>Memfasilitasi kemungkinan berkompetisi, yang menghasilkan diskon yang sangat besar.<strong> </strong></li>
</ul>
<p><strong>Keuntungan E-commerce bagi masyarakat</strong></p>
<ul>
<li>Semakin banyak masyarakat yang bekerja dan beraktifitas di rumah dengan menggunakan internet berarti mengurangi perjalanan untuk bekerja, belanja dan aktifitas lainnya, sehingga mengurangi kemacetan jalan dan mereduksi polusi udara.</li>
<li>Meningkatkan daya beli dan kesempatan masyarakat untuk mendapatkan produksi/service yang terbaik karena perusahaan yang mengeluarkan produk/service dapat menjualnya lebih murah karena biaya produksi yang rendah.</li>
<li>Memungkinkan masyarakat didunia ketiga dan pedesaan untuk menikmati produk dan jasa yang tidak tersedia diwilayahnya.</li>
<li>Mendukung penyampaian layanan public dan mengurangi biaya, meningkatkan efektifitas dan atau meningkatkan kualiatas.</li>
<li>Mengurangi pengangguran karena masyarakat semakin bergairah untuk berbisnis karena cara kerja yang gampang dan tanpa modal yang besar.</li>
<li>Meningkatkan daya kreatifitas masyarakat, berbagai jenis produk dapat dipasarkan dengan baik, sehingga akhirnya juga membantu pemerintah untuk menggairahkan perdagangan khususnya usaha kecil menengah. Secara umum, implementasi e-commerce dalam bisnis dapat meningkatkan kualitas dari produk/service serta menurunkan biaya produksi yang akhirnya akan menurunkan harga penjualan. Ketika konsumen dapat memilih produk/service yang terbaik baginya, produsen terus semakin berlomba meningkatkan kualitas dari produk/service yang ada dan terus mencari ide-ide baru yang disukai pasar serta berusaha mengurangi biaya produksi agar tetap mendapatkan harga produk/service yang terjangkau. Jika siklus ini berjalan dengan baik, tingkat produksi dan kualitas akan terus meningkat, ragam dari produk/service akan semakin banyak dan harga akan semakin terjangkau. Selain itu semakin menumbuhkan kreatifitas dan keberanian bagi pemula bisnis untuk memulai usahanya karena setiap orang dapat memulai bisnisnya walau sekecil apapun dan sebegitu spesial produk/service yang dihasilkan.</li>
</ul>
<p><strong>Keterbatasan E-commerce</strong></p>
<ul>
<li>Adanya kesenjangan standar kualitas, keamanan dan keandalan secara universal</li>
<li>Bandwith Komunikasi yang tidak mencukupi</li>
<li>Software yang masih dalam pengembangan</li>
<li>Kesulitan mengintergrasikan antara internet dan software E-commerce yang telah ada dan database</li>
<li>Dibutuhkan web server khusus untuk server jaringan (adanya biaya tambahan)</li>
<li>Akses internet yang mahal dan atau tidak nyaman</li>
</ul>
<p><strong>Layanan Pembayaran Elektronik pada e-commerce</strong></p>
<ul>
<li>Transfer<strong> </strong></li>
</ul>
<p>Merupakan cara pembayaran antar rekening melalui proses transfer diluar e-commerce.<strong></strong></p>
<ul>
<li>Credit Card<strong></strong></li>
</ul>
<p>Cara pembayaran yang dilakukan menggunakan kartu kredit. E-commerce yang menyediakan layanan ini bearti sudah terkoneksi dengan penyedia fianansial seperti MasterCard dan Visa.<strong></strong></p>
<ul>
<li>Paypal<strong></strong></li>
</ul>
<p>Paypal adalah cara pembayaran yang lebih di amankan dengan menggunakan API pihak ketiga bagi pemegang kartu kredit dan e-commerce. Dengan menggunakan paypal pemilik kartu kredit tidak harus menuliskan berulang kali nomer kartu kredit saat berbelanja online. Cukup dengan pilih pembayaran melalui paypal maka selanjutnya e-commerce dan paypal anda yang bertransaksi. Tagihan akan masuk ke kartu kredit anda.<strong></strong></p>
<ul>
<li>COD (Cash On Delivery)<strong></strong></li>
</ul>
<p>COD merupakan layanan antar yang disedikan oleh pihak penjual. Pembayaran dilakukan saat barang pesanan sampai ditangan konsumen.</p>
<p><strong>Kejahatan Elektronik yang berkaitan dengan e-commerce</strong></p>
<ul>
<li>Pencurian data kartu kredit</li>
<li>Penipuan produk</li>
<li>Perusahaan fiktif</li>
<li>Penjebolan system transaksi dari ecommerce ataupun lembaga financial yang terlibat.</li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.apriza.net/blog/2010/05/e-commerce/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

